A Collaborative Interagency Governance in Securing Election Logistics for the 2024 Election in Jambi City

Authors

  • Citra Darminto Universitas Jambi
  • Zakly Hanafi Ahmad Universitas Jambi
  • M. Wira Anshori Universitas Jambi
  • Aditya Romadhon Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.33701/jtp.v18i1.5714

Keywords:

Collaborative Governance, Election 2024, Logistics Security, Post-Distribution, Pre-Distribution

Abstract

Abstract

The security of election logistics is a crucial prerequisite for maintaining electoral integrity, particularly in simultaneous elections that involve complex distribution, storage, and recapitulation processes. This study analyzes collaborative governance among public agencies in strengthening logistics supply chain security during the 2024 Election in Jambi City. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews, document analysis, field observation at the Paal Merah logistics warehouse and recapitulation venues, and online media content analysis. The study applies the Collaborative Governance framework to examine two critical phases: pre-distribution logistics security and post-distribution logistics management. The findings reveal a dual pattern of collaboration. In the pre-distribution phase, collaboration failed at the strategic-preventive level, as reflected in the use of substandard warehouse facilities in Paal Merah, including zinc-based structures, limited access roads, and semi-open storage areas. This weakness resulted from inadequate joint risk assessment and limited strategic asset allocation by the Jambi City Government. Consequently, the police (Polri) and armed forces (TNI) had to deploy disproportionate operational resources to compensate for these infrastructural vulnerabilities. In contrast, post-distribution collaboration was highly effective; security apparatuses successfully secured polling stations and managed prolonged district-level recapitulations—ranging from 10 to 15 days across Alam Barajo, Kota Baru, and Paal Merah—preventing physical escalation despite intense procedural disputes. This study concludes that weak strategic collaboration in logistics planning generates excessive operational burdens during implementation.

Keywords: Collaborative Governance; Election 2024; Logistics Security; Post-Distribution; Pre-Distribution.

 

Abstrak

Keamanan logistik pemilu merupakan prasyarat penting bagi terjaganya integritas elektoral, terutama dalam pemilu serentak yang melibatkan proses distribusi, penyimpanan, pemungutan suara, dan rekapitulasi yang kompleks. Studi ini menganalisis tata kelola kolaboratif antar pemangku kepentingan dalam memperkuat keamanan rantai pasok logistik Pemilu 2024 di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, studi dokumen, observasi lapangan pada gudang logistik Paal Merah dan lokasi pleno rekapitulasi, serta analisis konten media daring. Kerangka Collaborative Governance digunakan untuk menganalisis dua fase kritis, yaitu fase pra-distribusi logistik dan fase pasca-distribusi logistik. Temuan penelitian menunjukkan adanya pola kolaborasi ganda. Pada fase pra-distribusi, kolaborasi belum berjalan efektif pada tingkat strategis-preventif, sebagaimana terlihat dari penggunaan fasilitas gudang logistik di Paal Merah yang belum memenuhi standar ideal, seperti konstruksi berbahan seng, akses jalan yang terbatas, dan penggunaan ruang semi-terbuka untuk penyimpanan logistik. Kondisi ini menunjukkan lemahnya penilaian risiko bersama dan terbatasnya alokasi aset strategis oleh Pemerintah Kota Jambi. Akibatnya, polisi (Polri) dan angkatan bersenjata (TNI) harus mengerahkan sumber daya operasional yang tidak proporsional untuk mengimbangi kerentanan infrastruktur ini. Sebaliknya, kolaborasi pasca-distribusi sangat efektif; aparat keamanan berhasil mengamankan tempat pemungutan suara dan mengelola rekapitulasi tingkat distrik yang berkepanjangan—berkisar antara 10 hingga 15 hari di Alam Barajo, Kota Baru, dan Paal Merah—mencegah eskalasi fisik meskipun terjadi perselisihan prosedural yang sengit. Studi ini menyimpulkan bahwa lemahnya kolaborasi strategis dalam perencanaan logistik menimbulkan beban kompensasi operasional yang besar pada tahap pelaksanaan. Karena itu, diperlukan pelembagaan mekanisme penilaian risiko bersama serta perluasan cakupan pengawasan pemilu hingga mencakup kelayakan dan keamanan infrastruktur logistik.

 

Kata kunci: Keamanan Logistik; Pasca-Distribusi; Pemilu 2024; Pra-Distribusi; Tata Kelola Kolaboratif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Admin. (2024). Pj Wali Kota Jambi Pimpin Apel Pengawasan Masa Tenang Pemilu, Ajak Camat dan Lurah Dorong Warga Datangi TPS. Jambikota.Go.Id. https://www.jambikota.go.id/content/668?

2. Apiri, D. E., & Lim, S. (2025). Integrated logistics and election performance: a systematic literature review. International Journal of Logistics Research and Applications, 1–25. https://doi.org/10.1080/13675567.2025.2451157

3. Awaluddin. (2019). Malpraktik Pemilu di Tempat Pemungutan Suara Pada Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Serentak Tahun 2019. Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 1(1), 104–120. www.journal.kpu.go.id

4. Charles, M., Jackson, N., & Sammy, O. (2023). Logistics Planning Practices and Performance of Electoral Systems in Kenya. International Journal of Social Science and Humanities Research (IJSSHR) ISSN 2959-7056 (o); 2959-7048 (P), 1(1), 796–810. https://doi.org/10.61108/ijsshr.v1i1.63

5. Creswell, J. W. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

6. Darminto, C., Ahmad, Z. H., Anshori, M. W., & Romadhon, A. (2025). Kebijakan dan Manajemen Strategis Distribusi Logistik Pemilu 2024 di Kota Jambi. Seminar Nasional LPPM Universitas Jambi, 1, 154–163.

7. Delmana, L. P. (2021). Evaluasi Dan Perbaikan Desain Distribusi Logistik Pemilu Melalui Penerapan Manajemen Logistik 4.0. Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 3(1), 26–50. https://doi.org/10.46874/tkp.v3i1.309

8. Fadhlurrahman, I. (2024). 16% Penduduk Jambi ada di Kota Jambi pada Desember 2023. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/6b287524a35d918/16-penduduk-jambi-ada-di-kota-jambi-pada-desember-2023

9. Haryono, N., Rahayu, A. Y. S., & Soeling, P. D. (2024). Systemic leadership in sustainable collaborative governance: A case study of urban green space management in Surabaya. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 37(3), 329–346. https://doi.org/10.20473/mkp.v37i32024.329-346

10. Hidayat, S. S., Lestari, E. W. T., & Nurliawati, N. (2024). Model Tata Kelola Kolaboratif (Collaborative Governance) Dalam Program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan DI Kota Sukabumi. Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik, 13(2), 269–286. https://doi.org/https://doi.org/10.32663/tdf08g14

11. Idrus, P. G. (2024, September 2). Pemilu dari Tantangan Logistik Hingga Kebingungan Banyaknya Kertas Suara. Benarnews.Org. https://www.benarnews.org/indonesian/berita/pemilu-tantangan-logistik-kertas-suara-02092024161950.html

12. KPU RI. (2023a). Pemilu Serentak Tahun 2024, Catatan Sejarah Indonesia di Kepemiluan Global. Kpu.Go.Id. https://www.kpu.go.id/berita/baca/11868/pemilu-serentak-tahun-2024-catatan-sejarah-indonesia-di-kepemiluan-global

13. KPU RI. (2023b, November). Wujudkan Logistik Pemilu 2024 Efisien, Efektif, Transparan dan Akuntabel. Kpu.Go.Id. https://www.kpu.go.id/berita/baca/12091/wujudkan-logistik-pemilu-2024-efesien-efektif-transparan-dan-akuntabel

14. Latief, M. I. (2022). Kajian Evaluatif Kelembagaan Pemilu Di Indonesia. Jurnal Lemhannas RI, 10(1), 27–41. https://doi.org/10.55960/jlri.v10i1.269

15. Milagsita, A. (2024). Apa Itu Logistik Pemilu 2024? Ini Penjelasan Lengkapnya. Detik.Com. https://www.detik.com/jateng/berita/d-7163568/apa-itu-logistik-pemilu-2024-ini-penjelasan-lengkapnya

16. Nastiti, A., & Ratri, S. (2018). Emotive politics: Islamic organizations and religious mobilization in Indonesia. Contemporary Southeast Asia, 40(2), 196–221. https://doi.org/10.1355/cs40-2b

17. Nurfadilla, Y., & Nurdin, I. (2024). Kepemimpinan Kolaboratif dalam Momentum Pemilu 2024 Membangun Partisipasi Demokratis yang Berkelanjutan. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 9(1), 44–49. https://doi.org/10.36982/jpg.v9i1.3714

18. Prima, N. A., Siddha, A., & Sufianto, D. (2025). Sinergi KPU dan Mabes AD Dalam Menjaga Keaman Pemilu 2024 di Jakarta. Jurnal Prinsip: Jurnal Mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan, 1(2). https://doi.org/https://doi.org/10.36859/prinsip.v1i2.3412

19. Ramadhan, M. N. (2023). Distribusi Logistik Pemilu: Pertaruhan KPU dan Legitimasi Pemilu 2024. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2023/12/30/09000091/distribusi-logistik-pemilu--pertaruhan-kpu-dan-legitimasi-pemilu-2024?page=all#page2

20. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

21. Wijaya, Y. S. (2019, April 9). Pemilu: Masalah distribusi logistik “bisa perbesar” potensi kecurangan di daerah terpencil. Bbc.Com. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47850738

22. Yovinus, Rira Nuradhawati, & Imanda Setyawan. (2024). Peran Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Bimbingan Teknis Kpps Pada Pemilu Tahun 2024 Di Kota Cimahi. Mimbar Administrasi Mandiri, 20(1), 1–29. https://doi.org/10.37949/mimbar201122

Downloads

Published

17-07-2026

How to Cite

Citra Darminto, Ahmad, Z. H., M. Wira Anshori, & Aditya Romadhon. (2026). A Collaborative Interagency Governance in Securing Election Logistics for the 2024 Election in Jambi City. TRANSFORMASI: Jurnal Manajemen Pemerintahan, 18(1), 21–37. https://doi.org/10.33701/jtp.v18i1.5714