Kolaborasi Pentahelix pada Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kawasan Kota Lama Semarang

Authors

  • Ni Wayan Anjeli Swasti Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Mesy Faridah Hendiyani Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.33701/jmb.v8i1.6436

Keywords:

Collaborative Governance, Kawasan Kota Lama Semarang, Kolaborasi Pentahelix, Pariwisata Berkelanjutan

Abstract

Destinasi heritage nominasi UNESCO, Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS) berada pada kondisi mengalami degradasi fisik atau kerusakan infrastruktur dan konflik kepentingan. Padahal, kawasan ini potensial untuk daya tarik wisata berbasis pelestarian budaya dan lingkungan.  Tujuan studi ini adalah  untuk menganalisis kolaborasi pentahelix oleh pemerintah, swasta, media, akademisi, dan komunitas masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.  Studi KKLS ini menggunakan kerangka collaborative governance melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur kepada delapan informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan empat dimensi: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix di KKLS berjalan cukup efektif: pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, pelaku usaha menyediakan inovasi ekonomi, AMBO menggerakkan partisipasi komunitas, akademisi berkontribusi pada kajian teknis, serta media mendiseminasikan informasi. Namun demikian, ditemukan sejumlah hambatan, yakni koordinasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, belum tersedianya Perda Pemajuan Kebudayaan, serta ketimpangan kapasitas antar aktor. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola pariwisata berkelanjutan memerlukan forum kolaborasi yang terstruktur, kepemimpinan fasilitatif yang kuat, dan regulasi yang komprehensif. Penelitian ini berkontribusi pada pengisian gap literatur tentang tata kelola kolaboratif kawasan wisata heritage perkotaan di Indonesia dan menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata berkelanjutan memerlukan forum kolaborasi yang terstruktur, kepemimpinan fasilitatif yang kuat, regulasi yang komprehensif, serta partisipasi aktif seluruh elemen pentahelix.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Mesy Faridah Hendiyani, Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Faculty of Governmental Management - Institut Pemerintahan Dalam Negeri

 

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Basyar, M. R., Mardiyanta, A., & Setijaningrum, E. (2025). Multi-stakeholder analysis in building tourism resilience: Collaborative governance implementation in the majapahit house heritage area, Indonesia. Tourism and Hospitality, 6(1), 5.

Cai, Y., & Lattu, A. (2022). Triple Helix or Quadruple Helix: Which Model of Innovation to Choose for Empirical Studies? Minerva, 60(2), 257–280. https://doi.org/10.1007/s11024-021-09453-6

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications Inc.

Diliawan, Y. B., Sari, S. R., IRH, B., & Sukawi, . (2025). Analisis Pengembangan Heritage Tourism pada Kawasan Kota Lama Semarang. Arsitekta : Jurnal Arsitektur Dan Kota Berkelanjutan, 7(01), 83–90. https://doi.org/10.47970/arsitekta.v7i01.814

Esichaikul, R., & Chansawang, R. (2022). Community participation in heritage tourism management of Sukhothai historical park. International Journal of Tourism Cities, 8(4), 897–911.

Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, (2010). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38552/uu-no-11-tahun-2010

Iskandar. (2024). Kota Lama Semarang Little Netherland Yang Menawarkan Pesona Bangunan Kuno Era Kolonial. Jawa Pos. https://radarsemarang.jawapos.com/semarang/724014175/kota-lama-semarang-little-netherland-yang-menawarkan-pesona-bangunan-kuno-era-kolonial?page=2

Koby, A. (2025). Pentahelix Collaboration in Developing the Tourist Attractions of Mali Beach, Alor Regency. International Journal of Tourism Business Research, 4(1), 42–51. https://doi.org/10.29303/intour.v4i1.1880

Kumala, G. B. W. N., Raharjo, A. N., Musleh, M., & Lubis, L. (2024). Model Kolaborasi Stakeholders Dalam Pengembangan Desa Wisata Ketapanrame Berbasis Pentahelix. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 137–157. https://doi.org/10.26618/kjap.v10i2.15366

Mzembe, A. N., Koens, K., & Calvi, L. (2023). The institutional antecedents of sustainable development in cultural heritage tourism. Sustainable Development, 31(4), 2196–2211.

Nobre, H., & Sousa, A. (2022). Cultural heritage and nation branding–multi stakeholder perspectives from Portugal. Journal of Tourism and Cultural Change, 20(5), 699–717.

Nugroho, R. A., & Lestari, S. M. (2023). Kolaborasi Pentahelix dalam Smart Tourism Destination Kota Semarang: Studi Kasus Pada Aplikasi Lunpia. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 9(2), 209–232. https://doi.org/10.26618/kjap.v9i2.10888

Pugra, I. W., Oka, I. M. D., & Suparta, I. K. (2021). Kolaborasi Pentahelix Untuk Pengembangan Desa Timpag Menuju Desa Wisata Berbasis Green Tourism. Bhakti Persada, 7(2), 111–120. https://doi.org/10.31940/bp.v7i2.111-120

Rasidi, R., Mashitoh, R. F., Rahmawati, P., Kumala, F. N., & Nugroho, F. A. (2024). Evaluation of Community-Based Mitigation Education in Disaster Risk Reduction Organizations: The Penta Helix Approach (Issue Bishss 2023). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-273-6_89

Setiyani, A., Judijanto, L., Nurmalita, N., Irianto, I., Aryani, L., Fatubun, R. R., Afriyanto, D. F., Sondari, M. C., Cipta, E. S., & Merung, A. Y. (2026). Metodologi penelitian kualitatif. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

United Nation. (2026). The 17 Goals. United Nation Webpage. https://sdgs.un.org/goals

Utara, P. K. S. (2024). Kawasan Kota Lama Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara. Kecamatan Semarang Utara. https://kecsmgutara.semarangkota.go.id/info-wisata-smg-utara/wisata-kota-lama

Downloads

Published

09-09-2026