PENDEKATAN NEGOSIASI DALAM PENYELESAIAN KONFLIK HORIZONTAL ANTAR DESA DI KECAMATAN DUMOGA BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA

Authors

  • Arsika Safaya Potabuga Institut Pemerintahan Dalam Negeri , Indonesia
  • Yusi Eva Batubara Institut Pemerintahan Dalam Negeri , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33701/jurnaltatapamong.v8i1.6385

Keywords:

negosiasi, konflik horizontal, penyelesaian konflik, forkopimcam

Abstract

Konflik horizontal antar desa di Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, merupakan konflik yang terjadi secara berulang dan menimbulkan dampak berupa terganggunya keamanan dan ketertiban, menimbulkan korban jiwa, menimbulkan trauma sosial, serta menghambat terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Meskipun berbagai upaya penyelesaian telah dilakukan melalui negosiasi yang difasilitasi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (forkopimcam) namun tetap berulang sehingga menunjukkan adanya kesenjangan antara pelaksanaan negosiasi dan efektivitas penyelesaian konflik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendekatan negosiasi dalam penyelesaian konflik horizontal di Kecamatan Dumoga Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Camat, Kapolres, Danramil, Sekertaris Badan Kesbangpol, kepala desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan negosiasi telah dilaksanakan melalui forum Forkopimcam, namun belum berjalan optimal. Rendahnya empati dan kepercayaan antar pihak, kuatnya solidaritas kelompok, perbedaan persepsi keadilan, serta dominasi pemerintah dalam perumusan solusi menyebabkan proses negosiasi lebih berorientasi pada penghentian konflik jangka pendek daripada penyelesaian akar masalah. Penelitian ini menemukan bahwa akar utama konflik yang menyebabkan konflik terus berulang adalah dendam lama yang tidak terselesaikan secara tuntas pada konflik-konflik sebelumnya sehingga membentuk ego kelompok dan memperkuat keinginan balas dendam. Dengan demikian, negosiasi yang dilakukan belum mampu menciptakan perdamaian yang berkelanjutan karena belum menyentuh akar permasalahan konflik secara mendalam.

 

Kata Kunci: negosiasi, konflik horizontal, dendam, penyelesaian konflik, forkopimcam

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

  • 5
    Views
  • 0
    Downloads

Downloads

Published

21-09-2026