Akuntabilitas Algoritmik dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Digital melalui GovTech Indonesia Ditinjau dari Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik

Authors

  • Yorman Universitas Bumigora
  • Abdul Wahab Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Keywords:

akuntabilitas algoritmik; GovTech Indonesia; pelayanan publik digital; AUPB; hukum administrasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis akuntabilitas algoritmik dalam penyelenggaraan pelayanan publik digital melalui GovTech Indonesia atau INA Digital ditinjau dari Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). Fokus utama penelitian ini adalah menempatkan sistem digital terintegrasi pemerintah bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai objek pertanggungjawaban hukum administrasi yang dapat menimbulkan akibat hukum bagi warga negara. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan legalistik-empiris dan sifat penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi dokumen terhadap peraturan perundang-undangan, kebijakan GovTech, dokumen SPBE, serta literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis berdasarkan asas kepastian hukum, kecermatan, keterbukaan, ketidakberpihakan, tidak menyalahgunakan kewenangan, kepentingan umum, pelayanan yang baik, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi layanan digital pemerintah melalui GovTech mempercepat pelayanan publik, tetapi juga menimbulkan risiko hukum berupa kesalahan data, opasitas algoritma, bias sistem, kegagalan interoperabilitas, dan ketidakjelasan tanggung jawab ketika sistem digital merugikan masyarakat. Akuntabilitas algoritmik memerlukan kejelasan dasar hukum, validasi data, audit sistem, pengawasan manusia, hak atas penjelasan, mekanisme keberatan, koreksi data, dan pemulihan hak warga. Kontribusi penelitian ini terletak pada perumusan GovTech sebagai tindakan administrasi modern yang harus tunduk pada AUPB agar pelayanan publik digital tetap sah, transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Fatihah, A., & Utomo, K. A. (2026). Tantangan akuntabilitas dalam penggunaan algoritma pada layanan publik: Kajian literatur kritis di Kalimantan Timur. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(2), 1771–1778. DOI: 10.38035/jihhp.v6i2.7829

Apriliastuti, D., Ramadhan, A. P., & Laksana, A. D. (2026). Implementasi yuridis meaningful participation dalam pembentukan peraturan daerah sebagai pemenuhan hak kewarganegaraan. Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra, 4(1). DOI: 10.38156/jihwp.v4i1.370

Herawaty, R., & Fitria, A. (2025). Potensi pertanggungjawaban hukum pejabat publik atas keputusan yang dipengaruhi output kecerdasan buatan (AI) generatif. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(3), 4603–4616. DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1966

Heriansyah, F. (2024). Kecerdasan buatan menjadi pemeran pengganti pejabat pemerintahan. Jurnal RechtsVinding: Media Pembinaan Hukum Nasional. DOI: tidak tercantum.

Karsono, B., & Syauket, A. (2023). Meaningful participation dalam pembentukan perundang-undangan sebagai upaya membangun open governance. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(3), 1860–1870. DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i3.11469

Kencono, B. D., Putri, H. H., & Handoko, T. W. (2024). Transformasi pemerintahan digital: Tantangan dalam perkembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(2), 1498–1506. DOI: 10.54371/jiip.v7i2.3519

Nurhidayat, N., Nurmandi, A., & Misran, M. (2024). Evaluation of the challenges of e-government implementation: Analysis of the E-Government Development Index in Indonesia. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 8(2). DOI: 10.24198/jmpp.v8i2.52759

Prastyo, A. (2022). Batasan prasyarat partisipasi bermakna dalam pembentukan undang-undang di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(3), 405–436. DOI: 10.25216/jhp.11.3.2022.405-436

Roziqin, A., Kismartini, Fajrina, A. N., Salahudin, & Sulistyaningsih, T. (2022). The development of Indonesian e-government: A bibliometric analysis. COLLNET Journal of Scientometrics and Information Management, 16(1), 49–74. DOI: 10.1080/09737766.2021.2007036

Sarjito, A., & Djati, S. P. (2025). Administrative justice in algorithm-based social assistance distribution systems: A study of digital transparency in public services in Indonesia. JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 11(2), 187–200. DOI: 10.30996/jpap.v11i02.132095

Silalahi, W., & Maharwani, G. S. (2025). Algorithmic maladministration: Rekonseptualisasi peran Ombudsman dalam pengawasan pelayanan publik berbasis AI dan big data di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 35668–35675. DOI: 10.31004/jptam.v9i3.33794

Siwi, T. P. U., & Nawawi, Z. (2023). Building citizen satisfaction towards e-government services: A conceptual framework. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 6(2), 253. DOI: 10.24198/jmpp.v6i2.46471

Sudirman, F. A., & Saidin, S. (2022). E-government and sustainable development: Systematic literature review. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 21(1), 44–58. DOI: 10.35967/njip.v21i1.269

Sukarno, M., & Nurmandi, A. (2023). E-Government Development Index impact on World Governance Indicator Index in Southeast Asian countries. Journal of Contemporary Governance and Public Policy, 4(1), 97–114. DOI: 10.46507/jcgpp.v4i1.106

Tasyah, A., Septiya, S., Putri, J., Fernanda, A., & Azani, C. (2021). Best practice e-government policy in implementing public services in the new normal era. Journal of Social and Political Science Studies, 1(1), 21–33. DOI: 10.35912/jasispol.v1i1.163

Wagola, R., Nurmandi, A., Misran, & Subekti, D. (2023). Government digital transformation in Indonesia. Communications in Computer and Information Science, 1835, 286–296. DOI: 10.1007/978-3-031-36001-5_37

Zuiderwijk, A., Chen, Y.-C., & Salem, F. (2021). Implications of the use of artificial intelligence in public governance: A systematic literature review and a research agenda. Government Information Quarterly, 38(3), 101577. DOI: 10.1016/j.giq.2021.101577

Peraturan Perundang-Undangan dan Sumber Resmi

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (2025). Indeks SPBE Nasional meningkat, Menteri Rini: Penguatan integrasi pelayanan publik berbasis digital. Kementerian PANRB.

Ombudsman Republik Indonesia. (2024). Transformasi digital pelayanan publik: Tantangan, peluang, dan peran Ombudsman. Ombudsman Republik Indonesia.

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia. (2024). Presiden Joko Widodo meresmikan Peruri sebagai INA Digital untuk menjalankan GovTech Indonesia. Peruri.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Republik Indonesia. (2023). Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional.

United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2024). United Nations E-Government Survey 2024: Accelerating digital transformation for sustainable development. United Nations.

Downloads

Published

30-03-2026

How to Cite

Yorman, & Abdul Wahab. (2026). Akuntabilitas Algoritmik dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Digital melalui GovTech Indonesia Ditinjau dari Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Jurnal Perlindungan Masyarakat: Bestuur Praesidium, 3(1), 163–178. Retrieved from https://ejournal.ipdn.ac.id/jpa/article/view/6428

Issue

Section

Articles