Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) bagi UMKM di Desa Wai Muli Timur Lampung Selatan

Penulis

  • Zukryandry Politeknik Negeri Lampung
  • Andra Vidyarini Politeknik Negeri Lampung
  • Firdawati Politeknik Negeri Lampung
  • Ailsa Azalia Politeknik Negeri Lampung
  • Annisa Fitri Politeknik Negeri Lampung

DOI:

https://doi.org/10.33701/cc.v5i2.5541

Kata Kunci:

pendampingan, pemberdayaan desa, usaha

Abstrak

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan salah satu persyaratan yang dibutuhkan oleh usaha kecil (UMKM) untuk mendapatkan legalitas usaha di mana hal ini juga memungkinkan mereka untuk mengakses sejumlah manfaat dari pemerintah seperti pendanaan, program pelatihan pemerintah, berpartisipasi dalam program pelatihan bersertifikat, dan memperoleh kontrak dari pemerintah, dan lain-lain. Namun, sejumlah besar usaha kecil (UMKM) di wilayah Wai Muli Timur tidak memiliki NIB. Terdapat tiga alasan utama yaitu kurangnya pemahaman tentang pentingnya memiliki NIB, kurangnya pemahaman tentang sistem pendaftaran tunggal online, dan kurangnya pemahaman pelaku usaha kecil mengenai proses memperoleh dokumen hukum. Menanggapi tiga tantangan ini, tim dosen dan mahasiswa lintas disiplin dari Politeknik Negeri Lampung menerapkan pendekatan pendampingan terintegrasi. Beberapa strategi yang dilakukan antara lain memetakan UMKM untuk menentukan kebutuhan legalitas, NIB, sosialisasi, pelatihan sistem OSS, pendampingan pengisian data di kantor desa, dan untuk pelaku usaha yang mengalami kesulitan jaringan maupun literasi digital dilakukan pendekatan door to door. Setiap metode dirancang untuk menargetkan langsung akar permasalahan: sosialisasi untuk mengatasi informasi, pelatihan untuk mengatasi pemahaman, dan strategi jemput bola untuk mengatasi akses. Hasil kegiatan ini, 20 pelaku usaha mendapat NIB dan 15 lainnya dalam proses pengurusan dokumen. Masalah informasi dan literasi digital, yang menghalangi usaha, dapat diatasi dengan pendampingan. Selain menambah jumlah UMKM ber-NIB, kegiatan ini berdampak signifikan untuk pelaku usaha yaitu meningkatnya kesadaran pelaku usaha untuk legalitas, akses terhadap skema pembiayaan seperti KUR, kepercayaan pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang disediakan pemerintah, dan tersedianya UMKM data untuk pemerintah desa. Tanggapan positif dari pelaku UMKM menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif antara akademisi, mahasiswa, dan perangkat desa efektif dalam mengatasi kendala struktural dan teknis yang dihadapi oleh masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan status hukum bisnis, tetapi juga memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi desa. Model pendampingan berbasis kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah lain dengan karakteristik tantangan yang sama, khususnya di desa-desa dengan informasi terbatas, akses internet, dan literasi digital dalam mengajukan NIB dan dokumen legal lainnya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-12-31

Terbitan

Bagian

Artikel