DERAJAT DESENTRALISASI ASIMETRIK PROVINSI NANGGROEH ACEH DARUSSALAM

Authors

  • Agus Harahap Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Indonesia
  • Muhadam Labolo Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Indonesia
  • Andi Pitono Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Indonesia
  • Kartiwi Kartiwi Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Indonesia

Keywords:

Asymmetric Decentralisation, Special Autonomy, Local Government

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis derajat desentralisasi asimetrik di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus yang berfokus di Provinsi Nanggroeh Aceh Darussalam. Provinsi Aceh dipilih dengan pertimbangan meningkatnya dinamika politik pasca perpanjangan alokasi penjabat gubernur tahun kedua. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum desentralisasi asimetrik di Aceh berjalan sesuai dengan agenda yang telah disepakati dan menunjukkan kecenderungan semakin menguat, meskipun belum seluruh aspek mendukung secara optimal. Kewenangan khusus sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Aceh pada prinsipnya telah dijalankan, namun masih menghadapi kendala berupa ketidaksinkronan aturan pelaksana dengan undang-undang induk. Pendelegasian fungsi pemerintahan telah berlangsung, walaupun sejumlah kewenangan strategis, seperti penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusia pascakonflik, belum terealisasi secara memadai. Kontrol pemerintah pusat relatif lebih longgar, tetapi pada tataran teknis pengawasan yang berbasis standar kementerian teknis membatasi ruang kreativitas Pemerintah Aceh. Otoritas pengambilan keputusan keuangan daerah sebagian besar berada di tangan Pemerintah Aceh, dengan pengecualian pada sektor hidrokarbon dan sumber daya mineral yang dikelola secara bersama. Inisiatif kebijakan yang bersifat bottom-up, peran partai politik lokal, serta perluasan cakupan pelayanan publik menunjukkan karakter desentralisasi asimetrik yang relatif tinggi. Namun demikian, tingkat ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat masih signifikan akibat penarikan sejumlah kewenangan melalui regulasi nasional. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pembentukan badan ad hoc nonpermanen untuk mengevaluasi dan menuntaskan agenda desentralisasi asimetrik yang belum terselesaikan, khususnya terkait penyelarasan regulasi, penyelesaian agenda HAM, dan pemberian diskresi pengelolaan keuangan daerah yang lebih sesuai dengan kekhususan Aceh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Conyers, Diana, 1986. Decentralization and Development: a Framework for Analysis, Community Development Journal. (Vol.21, Number 2, April)

Cheema, G Shabbir, Dennis A Rondenelli, 1983. Decentralization and Development, Policy Implementation in Developing Countries. Sage Publication, Beverly Hills/London/New Delhi

Gaffar, Affan, 1999. Politik Indonesia, Transisi Menuju Demokrasi. Pustidaka Pelajar, Jogjakarta

Hanif, Nurcholis, 2005. Teori dan Praktek Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Grasindo, Jakarta

Hidayat, Syarif, 2007. Too Much Too Soon, Local State Elite’s Perspective On and The Puzzle Of Contemporary Indonesian Regional Autonomy Policy, Jakarta, Rajawali Grafindo Persada

Jusuf SK, 2012. Otonomi Daerah Di Persimpangan Jalan. Pustidaka Spirit, Jakarta, Edisi 2

Kaho, Josef Riwu, 1997. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia. Rajawali Pers, Jakarta

Koirudin, 2005. Sketsa Kebijakan Desentralisasi Di Indonesia, Format Masa Depan Otonomi Menuju Kemandirian Daerah. Averroes Press, Malang

Komariah, Siti, 2009. Otonomi Khusus dan Percepatan Pembangunan di Tanah Papua, diakses tgl 20 Juli 2013

Labolo, Muhadam, 2012. Cela Korupsi di Pemerintah Daerah, Jurnal MIPI, Jakarta, Vol.1 Tahun 2013

Muluk, Khairul, 2006. Desentralisasi dan Pemerintahan Daerah. Bayumedia, Jakarta

Maslichah, Siti, 2012. Upaya Pemerintah Daerah dalam Pencegahan Korupsi di Kabupaten Keerom, Jatinangor, Perpustidakaan IPDN

Romli, Lili, 2007. Potret Otonomi Daerah dan Wakil Rakyat di Tingkat Lokal. Pustidaka Pelajar, Jogjakarta

Sarundajang, S.H, 2005. Babak Baru Sistem Pemerintahan Daerah. Kata Hasta, Jakarta

Smith, Brian C, 1985. Decentralization: The Territorial Dimension of the State. London: George Allen & Unwin

Syarwi, Pangi, 2013. Dasar Pemikiran Otonomi Khusus Papua, diakses tgl 20 Juli 2013

Kompilasi Undang-Undang Otonomi Daerah dan Sekilas Proses Kelahirannya (1903-2004), Kerjasama Institute for Local Development-Yayasan Tifa, Jakarta, 2004

Suara Pembaharuan, 2000. Otonomi atau Federalisme, Dampaknya Terhadap Perekonomian. Jakarta

Data Direktorat Anggaran Kementrian Keuangan Republik Indonesia

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh.

Koran Republika, 8 Juli 2013.

Published

2026-03-14