FNKSDA YOGYAKARTA SEBAGAI AKTOR INTERMEDIARY
Membangun Soliditas Internal Organisasi
DOI:
https://doi.org/10.33701/jiwbp.v15i2.5930Keywords:
aktor intermediary; soliditas internal; FNKSDA; Pesantren Agraria; Aswaja dan sosialisme.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis soliditas internal aktor intermediary, yaitu Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) di Yogyakarta, dalam memperjuangkan isu keadilan agraria dan kedaulatan sumber daya alam. FNKSDA hadir sebagai respons atas meningkatnya konflik agraria yang berdampak pada warga Nahdliyin, sekaligus sebagai bentuk kritik terhadap melemahnya sikap kritis organisasi keagamaan arus utama dalam merespons persoalan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan tahapan data condensation, data display, serta drawing and verifying conclusions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soliditas internal FNKSDA dibangun melalui mekanisme pengkaderan Pesantren Agraria yang berfungsi sebagai ruang pembentukan ideologi, kesadaran politik, dan komitmen kolektif anggota. Dalam proses tersebut, Aswaja dan sosialisme dijadikan sebagai pilar utama yang menyatukan identitas keislaman dan semangat perjuangan keadilan sosial. Selain itu, sikap independen FNKSDA yang menolak pendanaan dari pihak eksternal turut memperkuat kohesi internal serta menjaga otonomi gerakan dari intervensi luar. Dengan demikian, soliditas internal menjadi modal penting bagi FNKSDA dalam menjalankan perannya sebagai aktor intermediary secara konsisten dan berkelanjutan.
Downloads
References
Abbas, M. R., & Shintasari, R. (2016). Difabel, LSM dan Politik Intermediary:(Politik Advokasi LSM Sapda dalam menggoalkan Perda JAMKES Difabel Kota Yogyakarta). Society, 4(2), 15-26.
ANGGRAENY, S. (2017). RELASI KUASA ANTAR AKTOR INTERMEDIARY DAN PEMERINTAH (Doctoral dissertation, FISIPOL UMY).
Benredjem, I. (2019). Psychological Solidity And Its Relation To The Organizational Commitment Of Teachers Of The Institute Of Science And Techniques Of Sports And Physical Activities At The University Of M’sila.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=PViMtOnJ1LcC.
Hairini, S. M., & Bakar, A. (2013). PKBI: Aktor Intermediary dan Gerakan Sosial Baru. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 16(3), 187-199.
Ham, U., & Elan, T. (2024). Strategi Tamalaki Sultra Selama Dua Puluh Tahun Sebagai Aktor Intermediary. Trajectories of Public Administration, 1(1), 125-139.
Himpunan Dokumen Hasil Musyawarah Nasional Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) III.
IGI Aceh Timur. (2019). Kilau Mutiara dari Jejak Inspirasi Guru. Sukabumi: CV Jejak.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis. SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=3CNrUbTu6CsC
Nashirulhaq, M. (2017). Perjuangan ekonomi-politik generasi muda Nahdlatul Ulama (NU): Studi atas Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) (Bachelor's thesis, Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah).
Putra, L. (2015). Politik Subaltern ‘Strategi Vinolia Wakijo Sebagai Aktor Intermediary Dalam Merepresentasikan Waria dan Pengakuan Atas Gender Ketiga. JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah), 1(1), 29-60.
Rahmatullah, A. F., & Jabbar, Y. M. (2023). Transformasi Exalt To Creativity (XTC): Gerakan Sosial Baru, Aktor Intermediary, atau Politik Praktis?. Jurnal PolGov, 5(1), 197-236.
Saidang, S., & Suparman, S. (2019). Pola Pembentukan Solidaritas Sosial dalam Kelompok Sosial Antara Pelajar. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 3(2), 122-126.
Soekanto, Soerjono. (1982). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Radar Jaya Offset.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV Alfabeta.
Tahir, Arifin. (2014). Buku Ajar Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Deepublish.
Widayati, A. (2019). Reaktualisasi Perjuangan Nahdlatul Ulama dalam Mewujudkan Kedaulatan Sumber Daya Agraria (Studi Gerakan Demokrasi Radikal pada FNKSDA). BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 5(1), 84-98.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- The right of publication of all material information contained in this journal site is held by the editorial board / editor with the knowledge of the author. Journal Manager will uphold the moral rights of the author.
- The formal legal aspect of access to any information and articles contained in this journal site refers to the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA) license, which means that This license lets others remix, adapt, and build upon your work even for commercial purposes, as long as they credit you and license their new creations under the identical terms. This license is often compared to “copyleft” free and open source software licenses. All new works based on yours will carry the same license, so any derivatives will also allow commercial use.
- Each Ilmiah Wahana Bhakti Praja journal, both printed and electronic, is open access for educational, research and library purposes. Beyond this purpose, publishers or journal managers are not responsible for copyright infringement committed by readers or users.



