ANALYSIS OF THE HOLISTIC EDUCATIONAL ACCESSIBILITY APPROACH THROUGH THE ACCELERATED EQUITABLE DISTRIBUTION OF QUALITY IN PAPUA LAND
DOI:
https://doi.org/10.33701/jiwbp.v16i1.6184Keywords:
pendidikan holistik, akselerasi pendidikan, pemerataan pendidikan PapuaAbstract
Aksesibilitas pendidikan di Papua tetap menjadi isu kritis yang belum terselesaikan. Meskipun telah memegang status otonomi khusus selama lebih dari dua dekade, Papua belum mencapai akses pendidikan yang merata. Banyak warga Papua masih kekurangan akses terhadap pendidikan berkualitas, dan sektor pendidikan tertinggal jauh. Makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang terlibat dalam mempercepat akses pendidikan yang merata di Papua. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka, yang memungkinkan penulis untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber sekunder yang relevan—termasuk laporan, arsip, buku, jurnal, laporan berita, majalah, situs web, surat kabar, media massa, dan sumber lain yang selaras dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data kualitatif digunakan, yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa aksesibilitas pendidikan holistik di Papua jauh dari harapan. Kesenjangan serius tetap ada dalam pembangunan pendidikan di seluruh wilayah, dengan kesenjangan yang signifikan antara daerah terpencil dan pusat administrasi. Daerah terpencil cenderung tertinggal—atau hampir tidak tersentuh—oleh upaya pembangunan pendidikan. Ironisnya, daerah perkotaan dan pusat kota di Papua umumnya memiliki indeks pembangunan pendidikan yang jauh lebih unggul. Oleh karena itu, daerah terpencil dan terisolasi di Papua membutuhkan intervensi pemerintah yang serius. Penanganan akses pendidikan yang adil harus berjalan seiring dengan kebijakan otonomi khusus; pendanaan tahunan yang besar yang dialokasikan untuk otonomi khusus harus berkontribusi pada peningkatan aksesibilitas pendidikan sekaligus membantu mengakhiri konflik dan kekerasan di Papua.
Kata kunci : percepatan kesejahteraan, pengembangan pendidikan, pemerataan akses, pendidikan berkualitas
Downloads
References
Alfasisromarakap, A., Ahman, A., Sunaryo, S., Achmad, A., Husen, H., & Astra, I. M. (2021). Hambatan Dan Tantangan Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Dasar Di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Di Era Otonomi Khusus Papua. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 4(1), 141–153. https://doi.org/10.31004/jrpp.v4i1.1870
Andhini. (2025). DPR: UU Otsus Papua Berikan Kewenangan Lebih Luas Bagi Rakyat Papua. Mkri.Id. https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=17857&menu=2
Azkia, I. (2024). Kesenjangan Pendidikan Pada Daerah Papua. Kumparan.Com. https://kumparan.com/neazgstn04/kesenjangan-pendidikan-pada-daerah-papua-22oygEkdx0C
Bappeda. (2024). Pembangunan Bidang Pendidikan di Provinsi Papua Tahun 2023. Laporan Pendidikan Papua 2023, 01(02), 1–80.
Berman, J., Graham, L., Bellert, A., & McKay-Brown, L. (2023). Responsive Teaching for Sustainable Learning: A Framework for Inclusive Education. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003299813
BPS. (2023). Angka Partisipasi Sekolah (APS) (Persen), 2019-2021. Bps.Go.Id. https://papua.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQwIzI=/angka-partisipasi-sekolah-aps-.html
BPS. (2024). Persentase Penduduk Miskin Maret 2024 turun menjadi 9,03 persen. Bps.Go.Id. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/07/01/2370/persentase-penduduk-miskin-maret-2024-turun-menjadi-9-03-persen-.html
Cahyaningsih, A., & Fitrady, A. (2019). The impact of asymmetric fiscal decentralization on education and health outcomes: Evidence from Papua Province, Indonesia. Economics and Sociology, 12(2), 48–63. https://doi.org/10.14254/2071-789X.2019/12-2/3
Creswell, J. (2014). Research Design “Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches” (Vicki Knight Editorial (ed.); 4 edition). SAGE Publications, Inc.
Dike, Y., Ismanto, B., & Satyawati, S. T. (2025). Analisis Pandangan Masyarakat Papua Terhadap Pendidikan Sepanjang Hayat: Kebutuhan, Hambatan, dan Solusi. CONSILIUM Journal : Journal Education and Counseling, 05(01), 1–23. https://doi.org/https://doi.org/10.36841/consilium.v5i1.5736
Hisanah, F. A., Rahayu, H. D. K. T., Sirait, J. A. R., Nur, R. F., & Yanuarsyah, S. (2022). Pembangunan Pendidikan Dengan Meninjau Ketersediaan Sarana Prasarana Serta Tenaga Didik Di Indonesia Timur. Konferensi Nasional Ilmu Administrasi, 6(1), 185–190.
Indonesia, A. B. P. E. N. (2022). Riset: negara masih absen dalam pendidikan di Papua, dari ketimpangan guru hingga salah manajemen beasiswa. The Conversation. https://theconversation.com/riset-negara-masih-absen-dalam-pendidikan-di-papua-dari-ketimpangan-guru-hingga-salah-manajemen-beasiswa-175062
Indonesia, A. B. P. E. N., Ristiyono, D. A., & Raynaldi, R. F. (2025). Gagal Fokus Prabowo: Papua Lebih Butuh Akses Pendidikan, Bukan Makan Siang Gratis. Theconversation. https://theconversation.com/gagal-fokus-prabowo-papua-lebih-butuh-akses-pendidikan-bukan-makan-siang-gratis-250181
Itsnaini, F. (2024). Literasi Papua Terendah di Indonesia, 30 Persen Siswa SD Belum Bisa Baca. Kompas.Com. https://lestari.kompas.com/read/2024/05/17/130000986/literasi-papua-terendah-di-indonesia-30-persen-siswa-sd-belum-bisa-baca#:~:text=Literasi Papua Terendah di Indonesia%2C 30 Persen Siswa SD Belum Bisa Baca,-Kompas.com%2C 17&text=JAKARTA%2C KOMPAS.com -
Kapoldapapua. (2024). Pembakaran Sekolah Oleh KKB di Tahun 2023-2024. Tribratanews.Papua.Polri.Go.Id. https://tribratanews.papua.polri.go.id/pembakaran-sekolah-oleh-kkb-di-tahun-2023-2024/
Malahati, F., B, A. U., Jannati, P., Qathrunnada, Q., & Shaleh, S. (2023). Kualitatif : Memahami Karakteristik Penelitian Sebagai Metodologi. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 341–348. https://doi.org/10.46368/jpd.v11i2.902
Mustikawati, R., & Maulana, A. (2020). Provinsi Papua Sebelum dan Setelah 18 Tahun Pemberian Dana Otonomi Khusus. Jurnal Public Policy, 6(2), 81. https://doi.org/10.35308/jpp.v6i2.2401
Nugroho, N. P. (2025). Fakta-fakta Guru di Yahukimo yang Tewas Diserang TPNPB OPM. Tempo.Com. https://www.tempo.co/politik/fakta-fakta-guru-di-yahukimo-yang-tewas-diserang-tpnpb-opm-1223484
Oruh, S., Agustang, A., & Maswati, R. (2023). Inklusi Pendidikan Dan Dinamika Kebudayaan Lokal Di Papua. Edusociata (Jurnal Pendidikan Sosiologi), 6, 1413–1424. https://doi.org/https://doi.org/10.33627/es.v6i2.1718
Putra, N. (2025). Amnesty International: Respons terhadap Siswa Papua yang Demo Tolak MBG Berlebihan, Melanggar HAM. Tempo.Co. https://www.tempo.co/hukum/amnesty-international-respons-terhadap-siswa-papua-yang-demo-tolak-mbg-berlebihan-melanggar-ham-1209105
Rahayu, L. S. (2024). Ma’ruf: Akses Pendidikan hingga Kesehatan di Papua Masih Terbatas. News.Detik.Com. https://news.detik.com/berita/d-7432094/maruf-akses-pendidikan-hingga-kesehatan-di-papua-masih-terbatas
Rahma, R. A., & Arcana, I. M. (2021). Tingkat Risiko Putus Sekolah Pada Remaja Di Provinsi Papua Tahun 2018. Seminar Nasional Official Statistics, 2020(1), 672–681. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2020i1.468
Saputra, I. (2025). Pendidikan OAP Semakin Buruk di Era Otsus Papua. Melanesiatimes.Com. https://melanesiatimes.com/2025/02/02/pendidikan-oap-semakin-buruk-di-era-otsus-papua/
Setiawan, H. (2022a). Human Security and the Special Autonomy. Bestuurskunde:Journal of Governmental Studies, 02(November 2021), 89–102. https://doi.org/https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.2.2.89-102
Setiawan, H. (2022b). Reviewing the Prosperity Tracks After Two Decades of Special Autonomy for Papua. SOSHUM Jurnal Sosial Dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities], 12(1), 13–23. https://doi.org/https://doi.org/10.31940/soshum.v12i1.13-23
Setiawan, H. (2022c). The Paradox of Plenty Challenges in Regional Development in Aceh After Two Decades of Special Autonomy. Bestuurskunde:Journal of Governmental Studies, 2(1), 1–16(December 2021), 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.2.1.1-16
Setiawan, H. (2024). Political Bondage (Ijon) and Democracy: How do Natural Resources Build High Electoral Political Financing Orders? Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.4.1.1-14
Setiawan, H., & Choirunnisa, C. (2023). The paradox of special autonomy : Why does wealth make Papua poor ? Paradoks otonomi khusus : Mengapa kekayaan dapat memiskinkan Papua ? Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 36(03), 408–420. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/mkp.V36I32023.408-420 The
Setiawan, H., Widiono, G. W., & Hikmah, G. (2023). The Formation of the New Autonomous Region of Papua and Welfare Guarantees in the Decentralization Policy. Jurnal Borneo Administrator, 19(3), 319–332. https://doi.org/10.24258/jba.v19i3.1181
Sihombing, R. (2023). Pemerataan Pendidikan: Studi Kasus 34 Provinsi di Indonesia. Parahyangan Economic Development Review, 1(2), 143–151. https://doi.org/10.26593/pedr.v1i2.6670
Soesatyo, B. (2021). Bamsoet: Dana Otsus Papua Harus Mampu Tingkatan Mutu Pendidikan. Mpr.Go.Id. https://mpr.go.id/berita/Bamsoet:-Dana-Otsus-Papua-Harus-Mampu-Tingkatan-Mutu-Pendidikan#:~:text=Jumlahnya ditingkatkan dari 2 persen,pendidikan masyarakat di Tanah Papua.
Sucahyo, N. (2023). Lebih 600 Ribu Anak Papua Tak Sekolah, Apa yang Salah? Voaindonesia.Com. https://www.voaindonesia.com/a/lebih-600-ribu-anak-papua-tak-sekolah-apa-yang-salah-/7153107.html
Sutan, A. J., & Setiawan, H. (2024). Collaborative Governance Pentahelix : Inovasi Membangun Kota Pendidikan Inklusif Menuju Tatanan Sumber Daya Unggul Inclusive Education City Towards a Superior Resource System. Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan, 4(2), 202–216. https://doi.org/https://doi.org/10.55480/saluscultura.v4i2.311
Tutukansa, A. F., & Tuffahati, E. D. (2022a). Optimalisasi Peningkatan Kualitas Mutu Pendidikan Provinsi Papua Sebagai Daerah 3T di Indonesia. Jurnal Khazanah, 14(2), 84–92. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/khazanah.vol14.iss2.art4
Tutukansa, A. F., & Tuffahati, E. D. (2022b). Optimalisasi Peningkatan Kualitas Mutu Pendidikan Provinsi Papua Sebagai Daerah 3T Di Indonesia. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 14(2), 84–92. https://doi.org/10.20885/khazanah.vol14.iss2.art4
Wijaya, A. W. A. (2023). Pendidikan untuk Papua Sejahtera. Kompas.Id. https://www.kompas.id/baca/opini/2023/05/11/pendidikan-untuk-papua-sejahtera
WVI. (2024). Kemampuan Literasi Papua Terendah di Indonesia, Gerakan Baca Tulis Harus Diperkuat. Wahanavisi.Org. https://wahanavisi.org/id/media-materi/media/detail/kemampuan-literasi-papua-terendah-di-indonesia-gerakan-baca-tulis-harus-diperkuat
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- The right of publication of all material information contained in this journal site is held by the editorial board / editor with the knowledge of the author. Journal Manager will uphold the moral rights of the author.
- The formal legal aspect of access to any information and articles contained in this journal site refers to the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA) license, which means that This license lets others remix, adapt, and build upon your work even for commercial purposes, as long as they credit you and license their new creations under the identical terms. This license is often compared to “copyleft” free and open source software licenses. All new works based on yours will carry the same license, so any derivatives will also allow commercial use.
- Each Ilmiah Wahana Bhakti Praja journal, both printed and electronic, is open access for educational, research and library purposes. Beyond this purpose, publishers or journal managers are not responsible for copyright infringement committed by readers or users.



