SINERGI TNI AD DENGAN POLRI DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGANAN KONFLIK SOSIAL (Studi Kasus Di Kota Tarakan)

  • Agus Subagyo Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Yudi Rusfiana

Abstract

Tulisan ini ingin menguraikan tentang sinergi TNI AD (Kodim 0907/Tarakan) dengan Polri (Polresta Tarakan) dan Pemerintah (Pemda Kota Tarakan) dalam penanganan konflik sosial di tengah masyarakat, yang meliputi aspek pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan konflik. Wilayah Kota Tarakan yang multi etnis dan multi budaya sangat rawan terjadinya konflik sosial sehingga tidak dapat ditangani hanya oleh Kodim 0907/Tarakan semata, melainkan melibatkan pihak terkait lainnya, seperti Polresta Tarakan dan Pemda Kota Tarakan. Komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara ketiga pilar ini diharapkan akan mampu menangani konflik sosial di tengah masyarakat.

This paper would like to describe the synergy of Indonesia Army (Kodim 0907 / Tarakan) with Police (Police of Tarakan) and Government (Local Government of Tarakan City) in handling social conflict in the community, covering conflict prevention, conflict stopping and conflict recovery. The multi-ethnic and multicultural area of Tarakan City is very vulnerable to social conflicts that can not be handled only by Kodim 0907 / Tarakan alone, but involving other related parties, such as the Tarakan Police and the Tarakan City Government. Communication, coordination, and collaboration between these three pillars are expected to be able to deal with social conflict in the community.

Published
2019-02-06
Section
Articles