Melampaui Penanggulangan Kebakaran: Tantangan dalam Standarisasi Keselamatan Operasional untuk Tanggap Darurat Non-Kebakaran

Penulis

  • Febyanti Rachman Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Arwanto Harimas Ginting

DOI:

https://doi.org/10.33701/jk.v7i2.5749

Kata Kunci:

Animal Rescue, Biological Hazards, Firefighter Safety, NFPA 1500, Operational Standardization

Abstrak

Paradigma layanan pemadam kebakaran modern telah bergeser secara fundamental dari sekadar fungsi pemadaman api (fire suppression) menjadi respons kedaruratan segala jenis bahaya (all-hazards response), yang kini didominasi oleh evakuasi satwa liar berisiko tinggi di kawasan perkotaan. Namun, perluasan fungsi ini belum diimbangi dengan evolusi standar keselamatan yang setara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis kesenjangan keselamatan dalam operasi penyelamatan satwa (animal rescue) di UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang serta merumuskan kerangka standardisasi berbasis NFPA 1500. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain tinjauan pustaka naratif (narrative literature review), yang mensintesis standar keselamatan internasional dan kerangka teoretis dari David Goetsch (Klasifikasi Bahaya) dan Frank Bird (Model Penyebab Kecelakaan). Temuan penelitian mengungkap tiga kegagalan sistemik kritis: (1) 'Ketidaksesuaian Kompetensi' di mana petugas yang dilatih untuk bahaya fisik tidak memiliki kesiapan menghadapi ancaman biologis; (2) 'Anomali Peralatan' di mana penggunaan APD termal untuk penanganan satwa menciptakan ilusi keamanan dan tekanan panas fisiologis; serta (3) Budaya operasional 'Heroisme Salah Kaprah' yang menormalisasi tindakan tidak standar akibat ketiadaan protokol tertulis. Studi ini menyimpulkan bahwa adopsi indikator NFPA 1500—khususnya pelatihan berbasis kompetensi, peralatan spesifik bahaya, dan protokol manajemen risiko—merupakan imperatif yang tidak dapat ditawar guna mentransformasi layanan penyelamatan dari aksi nekat menjadi operasi yang profesional dan selamat.

Kata Kunci: Penyelamatan Satwa, Bahaya Biologis, Keselamatan Petugas Pemadam, NFPA 1500, Standardisasi Operasional.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Goetsch, DL (2019). Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Teknolog, Insinyur, dan Manajer. Solusi Baru , 13 (3), 235–239.

Pemerintah, CR, & Hukum, R. (2024). Mengenai Pemerintah Daerah dan Hukum Terkait . 9 (1), 1–10.

Heinrich, HW (2023). Sertifikat untuk Manajer Keselamatan Kerja Manajemen Risiko Teori Penyebab Kecelakaan Teori Penyebab Kecelakaan 1 Teori Heinrich Sepuluh Aksioma Keselamatan Industri . 1–13. http://www.isplonline.com/accidentcausationteory.htm

KC, K., Ardianto, R., & Wang, S. (2024). Meneliti cakupan layanan pemadam kebakaran dan lokasi potensial untuk stasiun pemadam kebakaran di Kathmandu, Nepal. Informatika Perkotaan , 3 (1). https://doi.org/10.1007/s44212-024-00050-y

Kuttalam, S., Owens, JB, Santra, V., Ahmed, MT, Das, B., Das, S., Koley, A., Koley, R., Barlow, A., & Malhotra, A. (2025). Memanfaatkan data penyelamatan ular untuk memahami konflik ular-manusia di Hooghly, Bengal Barat, India. Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene , 119 (8), 971–981. https://doi.org/10.1093/trstmh/trae124

Kwangsukstith, S., Surawattanasakul, V., Mahakkanukrauh, C., Panumasvivat, J., & Sirikul, W. (2025). Penilaian bahaya kerja, efek kesehatan, dan penggunaan alat pelindung diri di kalangan pengantar makanan menggunakan sepeda motor di Thailand: survei potong lintang. Jurnal Kedokteran Kerja dan Toksikologi , 20 (1). https://doi.org/10.1186/s12995-025-00460-x

Le, AB, Smith, TD, McNulty, LA, Dyal, MA, & Dejoy, DM (2020). Kelelahan berlebihan petugas pemadam kebakaran: Masalah berkelanjutan yang ditemukan dalam analisis cedera non-fatal di antara petugas pemadam kebakaran profesional. Jurnal Internasional Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat , 17 (21), 1–11. https://doi.org/10.3390/ijerph17217906

Moreira, F., Ascoli, D., Safford, H., Adams, MA, Moreno, JM, Pereira, JMC, Catry, FX, Armesto, J., Bond, W., González, ME, Curt, T., Koutsias, N., McCaw, L., Price, O., Pausas, JG, Rigolot, E., Stephens, S., Tavsanoglu, C., Vallejo, VR, … Fernandes, PM (2020). Pengelolaan kebakaran hutan di kawasan tipe Mediterania: Diperlukan perubahan paradigma. Surat Penelitian Lingkungan Hidup , 15 (1). https://doi.org/10.1088/1748-9326/ab541e

Osment, MC (2002). Keselamatan kerja. Dalam Industrial Fabric Products Review (Vol. 87, Edisi 11). https://doi.org/10.4324/978080473369-22

Penney, G. (2019). Menjelajahi manajemen risiko ISO31000 selama operasi kebakaran dan keadaan darurat yang dinamis di Australia Barat. Kebakaran , 2 (2), 1–21. https://doi.org/10.3390/fire2020021

Rosanti, V., & Inayah, Z. (2024). Faktor Dominan Penyebab Kecelakaan Kerja Berdasarkan Model Penyebab Kerugian di PT. Barata Indonesia. Jurnal Internasional Ilmu Kesehatan, Ekonomi, dan Sosial (IJHESS) , 6 (2), 369–379. https://doi.org/10.56338/ijhess.v6i2.4771

Sejian, V., Bhatta, R., Gaughan, JB, Dunshea, FR, & Lacetera, N. (2018). Ulasan: Adaptasi hewan terhadap stres panas. Animal , 12 (s2), S431–S444. https://doi.org/10.1017/S1751731118001945

Turbelin, AJ, Cuthbert, RN, Essl, F., Haubrock, PJ, Ricciardi, A., & Courchamp, F. (2023). Invasi biologis sama merugikannya dengan bencana alam. Perspektif dalam Ekologi dan Konservasi , 21 (2), 143–150. https://doi.org/10.1016/j.pecon.2023.03.002

Diterbitkan

2025-12-31