Collaborative Governance for Waste Management in Maintaining Public Order in Kudus Regency Central Java Province
Kata Kunci:
collaborative governance, penta helix, waste management, public ordersAbstrak
Pengelolaan sampah menjadi isu krusial di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terutama akibat kelebihan kapasitas di TPA Tanjungrejo yang berdampak pada ketertiban umum dan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi collaborative governance dalam tata kelola sampah di Kabupaten Kudus. Analisis menggunakan Teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash yang mencakup kondisinawal, desain konstitusional, kepemimpinan fasilitatif, serta proses kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kudus, sektor swasta (PT. Djarum) dan masyarakat dalam bentuk program bank sampah dan edukasi public. Penulis juga menggunakan Teori Penta Helix sebagai kerangka tambahan yang didalamnya terdapat lima aktor utama yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media. Penulis kemudian melakukan analisis terhadap kedua teori tersebut dengan cara mengidentifikasi kesesuaian antara elemen teoritis dengan kondisi empiris dilapangan melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan collaborative governance dalam tata kelola sampah oleh pemerintah Kabupaten Kudus belum berjalan secara efektif. Hal ini terlihat dari masih terjadinya aksi unjuk rasa oleh warga serta maraknya pembuangan sampah secara illegal. kondisi tersebut mencerminkan adanya kelemahan dalam koordinasi antar pemangku kepentingan serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah yang baik dan berkelanjutan
Unduhan
Referensi
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administratipn Research and Theory, 18(4), 543-571
Aantarafoto (2024). TPA Tanjungrejo Kudus kelebihan kapasitas. Diakses dari https://www.antarafoto.com/id/view/2414138/tpa-tanjungrejo-kudus-kelebihan-kapasitas
Beritajateng. (2025) TPA Tanjungrejo Kudus disegel warga akibat overload. Diakses dari https://beritajateng.id/berita/tpa-tanjungrejo-kudus-disegel-warga-akibat-overload-dan-cemari-lingkungan
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1-29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011.
Johnson, D. W., Johnson, R. T., & Holubec, E. J. (2014). Cooperation in the classroom. Interaction Book Company.
Portaloka. (2024). Darurat TPA Tanjungrejo Kudus alami overloas. Diakses dari https://www.portaloka.id/berita/105857102/darurat-tpa-tanjungrejo-kudus-alami-overload-diprediksi-hanya-mampu-tampung-sampah-hingga-maret-2025
Ray, N. (1998). Collaborating: Finding common ground for multiparty problems. San Francisco: Jossey-Bass.
Sawyer, R.K. (2007) Group genius: The Creative power of collaborative. Basic Books.
Supriyadi, D. (2019). Dampak pengelolaan sampah terhadap kualitas lingkungan dan Kesehatan masyarakat. Jurnal Penelitian Lingkungan, 12 (1), 34-35
(Source: Kudus Regency Government, 2025).
(Source: Jateng. antarnews. com, Thursday, November 27, 2025).
(Source: Kompas.Com/Puthut Dwi Putranto Nugroho, Friday, January 10, 2024