Kajian Risiko Bencana Kekeringan di Kabupaten Indramayu

Penulis

  • Dimas Okhy Wiranta Institut Teknologi Bandung
  • Alpriyanto Situmorang Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.33701/jk.v7i2.5628

Kata Kunci:

Perubahan iklim, risiko kekeringan, kerentanan, kapasitas adaptasi, MIROC6

Abstrak

Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrem, termasuk kekeringan yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air di wilayah pesisir utara Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya, kerentanan, dan risiko bencana kekeringan di Kabupaten Indramayu, serta memproyeksikan kondisi tahun 2031 berdasarkan model iklim MIROC6 dengan dua skenario, yaitu SSP2-4.5 dan SSP5-8.5. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), yang mengintegrasikan parameter curah hujan, suhu udara, jenis tanah, penggunaan lahan, kelerengan, kepadatan penduduk, kebutuhan air, serta kapasitas adaptasi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat bahaya dan risiko kekeringan mengalami penurunan pada tahun proyeksi, khususnya dalam skenario MIROC6_ssp585. Namun, beberapa kecamatan seperti Gantar, Haurgeulis, Sindang, Anjatan, dan Indramayu tetap menjadi hotspot kekeringan akibat tingginya kebutuhan air dan keterbatasan kapasitas adaptasi. Penurunan sensitivitas wilayah dan peningkatan kapasitas adaptasi menunjukkan adanya pengaruh positif dari kebijakan pengelolaan sumber daya air daerah, meskipun masih terjadi ketimpangan antarwilayah. Temuan ini menegaskan perlunya strategi adaptasi yang lebih terarah dan berbasis data, penguatan kapasitas kelembagaan, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman kekeringan di masa depan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adam, K., & Rudiarto, I. (2017). Kajian Tingkat Kerentanan Bencana Kekeringan Pertanian di Kabupaten Demak. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, 19(1), 9–16.

Adi, H. P. (2011). Kondisi dan konsep penanggulangan bencana kekeringan di Jawa Tengah. Dalam Seminar Nasional Mitigasi dan Ketahanan Bencana (hlm. 1–10). Universitas Islam Sultan Agung.

Andita, P. A., Sudiana, I. G. N., & Sukabawa, I. W. (2021). Strategi komunikasi penyuluh agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui media sosial pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Komunikasi Hindu, 1(2), 253–262.

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. (2008). Dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian serta strategi antisipasi dan teknologi adaptasi. Pengembangan Inovasi Pertanian, 1(2), 138–140.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2016). Risiko bencana Indonesia. BNPB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2019). Perubahan iklim dan dampaknya. BMKG.

Canadian Meteorological and Oceanographic Society. (1992). Climatological Bulletin, 26(3).

Darojati, N. W., Barus, B., & Sunarti, E. (2015). Pemantauan bahaya kekeringan di Kabupaten Indramayu. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 17(2), 60–68. https://doi.org/10.29244/jitl.17.2.60-68

Darmawan, I. G. S., & Gunawarman, A. A. G. R. (2018). Faktor-faktor pengaruh perubahan penggunaan lahan ulayat akibat reklamasi di Pulau Serangan. Undagi: Jurnal Arsitektur, 6(1), 37–44.

Estiningtyas, W., Boer, R., Las, I., & Buono, A. (2012). Identifikasi dan delineasi wilayah endemik kekeringan untuk pengelolaan risiko iklim di Kabupaten Indramayu. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 13(1), 9–20. https://doi.org/10.31172/jmg.v13i1.114

Hastanti, B. W., & Purwanto. (2020). Analisis keterpaparan, sensitivitas, dan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap kekeringan di Dusun Pamor, Kradenan, Grobogan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 17(1), 1–19. https://ejournal.aptklhi.org/index.php/JPHKA/article/view/640

Idhar, C., & Yuwono, B. E. (2019). Analisis potensi peningkatan sertifikasi green building terhadap konservasi air gedung Waskita. Dalam Prosiding Seminar Intelektual Muda #2 (hlm. 99–102). Universitas Trisakti. https://doi.org/10.25105/psia.v1i2.6657

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2007). Climate change 2007: The physical science basis. Cambridge University Press.

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2012). Managing the risks of extreme events and disasters to advance climate change adaptation. Cambridge University Press.

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2014). Climate change 2014: Impacts, adaptation and vulnerability. Cambridge University Press.

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Cambridge University Press.

Jamil, D. H. (2013). Deteksi potensi kekeringan berbasis penginderaan jauh dan sistem informasi geografis di Kabupaten Klaten (Tesis, Universitas Negeri Semarang). https://lib.unnes.ac.id/19954/1/3211409055.pdf

Keskinen, M., Guillaume, J. H. A., Kattelus, M., Porkka, M., Räsänen, T. A., & Varis, O. (2016). The water–energy–food nexus and the transboundary context: Insights from large Asian rivers. Water, 8(5), 193. https://doi.org/10.3390/w8050193

Kim, Y., Calzada, A., Scott, O., & Zermoglio, F. (2018). Designing climate vulnerability assessments (Technical report). USAID.

Kusmajaya, S., Supriyati, S., Adiputra, A., & Permadi, M. G. (2019). Pemetaan bahaya dan kerentanan bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan, 3(1), 55–61. https://doi.org/10.29405/jgel.v3i1.2993

Lakhdar, R., Baffoun, N., Hammami, N., Nagi, S., Baccar, K., Drissi, S., & Kaddour, C. (2012). Aspects neuroradiologiques de la pathologie vasculaire cérébrale du péripartum nécessitant un transfert en milieu de réanimation. La Tunisie Médicale, 90(3), 223–232

Mamenun, & Wati, T. (2019). Analisis karakteristik kekeringan lahan padi sawah di wilayah utara Provinsi Jawa Barat. Jurnal Tanah dan Iklim, 43(1), 57–71. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jti/article/view/3237

Mujtahiddin, M. I. (2014). Analisis spasial indeks kekeringan Kabupaten Indramayu. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 15(2). https://doi.org/10.31172/jmg.v15i2.179

National Oceanic and Atmospheric Administration, Geophysical Fluid Dynamics Laboratory. (2018). Climate modeling primer. NOAA.

OECD. (2020). Building back better: A sustainable, resilient recovery after COVID-19. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/52b869f5-en

O’Neill, B. C., et al. (2016). The Scenario Model Intercomparison Project (ScenarioMIP) for CMIP6. Geoscientific Model Development, 9, 3461–3482. https://doi.org/10.5194/gmd-9-3461-2016

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.33/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016 tentang Pedoman Penyusunan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim.

Riahi, K., et al. (2017). The shared socioeconomic pathways and their energy, land use, and greenhouse gas emissions implications. Global Environmental Change, 42, 153–168. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2016.05.009

Sari, I. K., Limantara, L. M., & Priyantoro, D. (2011). Analisa ketersediaan dan kebutuhan air pada DAS Sampean. Jurnal Teknik Pengairan, 2(1), 29–41.

Setiyaningsih, A. P. (2016). Pengembangan indikator kerentanan kekeringan kawasan agropolitan Malang (Tesis, Institut Pertanian Bogor).

Susandi, A., Tamamadin, M., Mukti, B. R., & Fajrin, D. A. (2015). Pengembangan prediksi ketersediaan air di sawah irigasi Kabupaten Indramayu. Dalam Prosiding Seminar Nasional Peranan Geografi dalam Mendukung Kedaulatan Pangan (hlm. 179). Badan Informasi Geospasial.

Tatebe, H., et al. (2019). Description and basic evaluation of MIROC6. Geoscientific Model Development, 12, 2727–2765. https://doi.org/10.5194/gmd-12-2727-2019

Tierney, K. (2012). Disaster governance: Social, political, and economic dimensions. Annual Review of Environment and Resources, 37, 341–363. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-020911-095618

UNDRR. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. https://www.undrr.org/publication/sendai-framework-disaster-risk-reduction-2015-2030

UNDRR. (2019). Global assessment report on disaster risk reduction 2019: Global risk framework. United Nations Office for Disaster Risk Reduction.

https://www.undrr.org/publication/global-assessment-report-disaster-risk-reduction-2019

Wijanarko, A. (2011). Analisis kebutuhan dan ketersediaan air bersih Unit Kedawung PDAM Sragen. Universitas Sebelas Maret.

Wilhite, D. A., & Glantz, M. H. (1985). Understanding the drought phenomenon. Water International, 10, 111–120. https://doi.org/10.1080/02508068508686328

Wilhite, D. A., & Pulwarty, R. S. (2017). Drought as hazard: Understanding the natural and social context. In Drought and Water Crises: Integrating Science, Management, and Policy (pp. 3–22). CRC Press

Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At risk: Natural hazards, people’s vulnerability and disasters (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203428764

World Meteorological Organization. (2020). State of the global climate. WMO.

Diterbitkan

2025-12-31