Collaborative Governance sebagai Pengungkit Inovasi Smart City
: Analisis Transformasi Layanan Publik Digital di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.33701/jipsk.v10i2.5728Abstrak
Transformasi smart city di Indonesia menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi layanan publik sangat bergantung pada kualitas tata kelola kolaboratif yang menghubungkan pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil. Penelitian ini menganalisis bagaimana collaborative governance menjadi pendekatan kunci dalam mendorong efektivitas implementasi smart city melalui mekanisme pengambilan keputusan bersama, distribusi sumber daya, dan pembangunan kepercayaan antarpemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kolaborasi yang jelas, kepemimpinan fasilitatif, dan interaksi deliberatif meningkatkan responsivitas, transparansi, serta adaptabilitas layanan publik digital. Berbagai inovasi, termasuk integrasi data, command center, platform partisipasi publik, dan smart mobility, menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan ketika proses kolaboratif berjalan konsisten. Namun, tantangan seperti ego sektoral, disparitas kapasitas SDM, dan keterbatasan infrastruktur masih menghambat optimalisasi implementasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance merupakan syarat fundamental bagi keberlanjutan inovasi smart city, dan rekomendasi strategis diarahkan pada penguatan regulasi, peningkatan kapasitas digital, serta desain kolaborasi yang lebih inklusif dan terinstitusionalisasi.


