KRASAN DI RUMAH: INISIASI KOLABORATIF INKLUSIF DALAM MENEKAN JUMLAH ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG
DOI:
https://doi.org/10.33701/jurnaltatapamong.v7i2.5748Kata Kunci:
Anak Jalanan; Inovasi; Keterbukaan; Kolaborasi; Krasan.Abstrak
Fenomena anak jalanan di Kota Semarang mencerminkan kegagalan sistemik pemenuhan hak dasar anak, sementara program multisektor yang tersedia masih belum efektif akibat lemahnya koordinasi dan fragmentasi kebijakan. Penelitian ini menawarkan novelty dengan menelaah bagaimana kolaborasi lintas sektor melibatkan Satpol PP, yayasan sosial dan masyarakat, untuk menghasilkan kampanye publik KRASAN di Rumah, sebuah intervensi berbasis keluarga yang mempromosikan lingkungan domestik aman, komunikatif, dan ramah anak. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan analisis tematik, penelitian ini mewawancarai personel Satpol PP, remaja Forum Anak Kota Semarang (FASE), dan perwakilan yayasan yang berkecimpung dalam isu kerentanan anak. Hasil penelitian menegaskan bahwa inisiasi ini sudah berjalan cukup optimal, tercermin dari keberhasilannya membangun ruang kolaborasi yang inklusif serta menyatukan persepsi para aktor terhadap urgensi pencegahan anak jalanan berbasis keluarga. Kampanye KRASAN di Rumah secara operasional mencakup edukasi pengasuhan positif, penguatan komunikasi orang tua dan anak, serta sosialisasi hak anak melalui pertemuan komunitas dan media publik. Temuan menunjukkan bahwa keharmonisan keluarga, dukungan emosional, dan keterlibatan orang tua meningkat setelah kampanye dilakukan, sehingga secara signifikan memperkecil kecenderungan anak meninggalkan rumah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model tata kelola kolaboratif perlindungan anak yang responsif, berbasis keluarga, dan dapat direplikasi sebagai strategi preventif penurunan angka anak jalanan.
Kata Kunci: Anak Jalanan; Inovasi; Keterbukaan; Kolaborasi; Krasan.



