Penguatan Tata Kelola Arsip Keluarga sebagai Strategi Mitigasi Bencana di Desa Teluk Provinsi Banten
Kata Kunci:
Tata Kelola, Arsip Keluarga, Strategi, Mitigasi, Bencana, Desa Teluk, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Desa Teluk di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, merupakan wilayah rawan banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5–3 meter sehingga berpotensi merusak arsip penting keluarga seperti akta kelahiran, ijazah, dan sertifikat tanah. Kondisi tersebut di perparah oleh rendahnya literasi masyarakat terhadap manajemen arsip dan minimnya praktik penyimpanan yang aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih masyarakat desa menata kelola arsip keluarga di Desa Teluk serta mendeskripsikan strategi pendampingan melalui workshop satu hari mengenai pengelolaan arsip manual maupun digital. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara singkat, demonstrasi alat, dan praktik digitalisasi arsip. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui pengolahan temuan lapangan dan umpan balik peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menyimpan arsip di tempat yang tidak aman (bawah kasur, lemari kayu lembap), tidak memiliki klasifikasi arsip, serta belum pernah melakukan digitalisasi dokumen. Workshop meningkatkan pemahaman peserta mengenai jenis arsip penting, langkah digitalisasi, serta penggunaan penyimpanan digital berbasis ponsel. Indikator keberhasilan terlihat dari meningkatnya pengetahuan peserta (85%), kemampuan praktik digitalisasi dasar (78%), dan penggunaan map plastik tahan air sebagai fasilitas penyimpanan awal. Penelitian ini menegaskan pentingnya tata kelola arsip keluarga berbasis mitigasi bencana dan perlunya pelatihan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan praktik digitalisasi arsip di masyarakat rawan bencana.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Penulis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
