Kesenjangan Generasi dan Geografis dalam Literasi Digital: Implikasinya terhadap Kebijakan E-Government di Kabupaten Sorong
DOI:
https://doi.org/10.33701/jtkp.v7i2.5771Keywords:
Kesenjangan Digital, E-Government, High-Touch Culture, Kepercayaan Institusional, Kabupaten SorongAbstract
Penelitian ini menganalisis paradoks literasi digital di Kabupaten Sorong, di mana skor indeks literasi yang relatif baik tidak sejalan dengan adopsi e-government yang rendah. Menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan strategi Concurrent Embedded Design, penelitian ini menggabungkan survei terhadap 50 responden dan wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian mengungkap kesenjangan generasi yang asimetris: Generasi muda memiliki kecakapan tinggi (Skor 78) namun mengalami Frustrated Agency akibat blokade infrastruktur, sedangkan generasi dewasa menghadapi Double Jeopardy (keterbatasan skill dan akses) dengan kerentanan keamanan yang tinggi (Skor 60). Temuan baru menunjukkan bahwa resistensi digital bukan sekadar masalah teknis, melainkan akibat Institutional Trust Deficit dan benturan budaya komunikasi lokal (High-Touch Culture) yang memandang teknologi sebagai entitas yang mengasingkan. Penelitian ini merekomendasikan strategi intervensi asimetris: penyediaan infrastruktur sebagai hak dasar, fasilitasi kanal ekspresi bagi pemuda, serta pendekatan layanan hibrida dan proteksi keamanan bagi generasi dewasa.
Kata Kunci: Kesenjangan Digital, E-Government, High-Touch Culture, Kepercayaan Institusional, Kabupaten Sorong.
Downloads
References
Abrory, Y., Rezza, M., & Tambi, N. (2025). Institutional Pressures and Artificial Intelligent Adoption in Indonesia’s Public Sector: A Case Study of Jabar Digital Services. 16(2).
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Aptika Kominfo. (2022). Penetrasi internet nasional dan tantangan digitalisasi di Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sorong. (2022). Kabupaten Sorong Dalam Angka 2022. BPS Kabupaten Sorong.
Carter, L., & Bélanger, F. (2022). The utilization of e-government services: Citizen trust, innovation and acceptance factors. Information Systems Journal, 25(1), 5–25.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and Conducting Mixed Methods Research (3rd ed.). SAGE Publications.
Dimas, M., & Fahlevvi, M. R. (2024). Pengentasan Digital Divide dalam Penerapan E-Government di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan, 6(2), 194–215. https://doi.org/10.33701/jtkp.v6i2.4504
Hadi, T. S. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembayaran Non-Tunai pada E-Commerce. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 11(2), 150–162.
Ichsan, M., Fahlevvi, M. R., & Buding, A. (2025). Pemanfaatan Aplikasi E-Government Dalam Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Publik Di Pemerintahan Daerah (Studi Kasus Pada Pemerintah Kabupaten Sleman). 5.
Izzuddin, A., Tunggal Prasetiyo, D. H., Baihaqi, M. A., Hikmah, N., Ariyanti, D., & Aprilia, I. (2022). Peningkatan Pengetahuan dan Wawasan Kepada Anak Sekolah Dasar Dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. TEKIBA: Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat, 2(2), 23–29.
Judijanto, L., Taufiqurokhman, T., Hendrawan, S. A., & Herwanto, H. (2023). Strategies for Utilizing AI and Data Analytics to Improve the Effectiveness of Public Services in Indonesia: A Local Government Level Approach. West Science Business and Management, 1(05), 412–419.
Mandala, D. R. T. L., & Fahlevvi, M. R. (2024). Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Promosi Pariwisata Melalui Media Sosial di Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan, 6(1), 147–173. https://doi.org/10.33701/jtkp.v6i1.4514
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3 ed.). Sage Publications.
Natika, L. (2024). Transformasi Pelayanan Publik Di Era Digital: Menuju Pelayanan Masa Depan Yang Lebih Baik. The World of Public Administration Journal, 2040.
Samsudin, A. (2021). Literasi Digital di Papua Barat: Hambatan dan Prospek. Jurnal Governansi, 7(2), 45–60.
Samudro, A. (2020). Analisis Fenomena Penipuan Identitas Diri (Catfishing) pada Literasi Digital Pengguna Media Sosial. Jurnal Komunikasi dan Media, 5(1), 22–35.
Sutalhis, M., & Novaria, E. (2024). Literasi Digital dan Pelayanan Publik yang Baik. Academia: Jurnal Inovasi Riset, 4(1), 12–20.
Takariani, F. (2023). Literasi Digital Masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(1), 112–125.
World Bank. (2022). Bridging the Digital Divide: Infrastructure Challenges in Rural Indonesia. The World Bank Group.
Wulandari, P., Priatna, D., & Andikaputra, F. (2020). Sumedang Regency ASN Digital Literacy. Jurnal Administrasi Publik, 12(3), 88–102.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eduardus Julio Bastian Matutina, Mohammad Rezza Fahlevvi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













