KOLABORASI ANTARA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI BENCANA BANJIR BANDANG DI KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.33701/jpkp.v7i2.5426Kata Kunci:
collaborative governance, BPBD, kolaborasi masyarakat, banjir bandang, manajemen bencanaAbstrak
Penelitian ini menganalisis bentuk kolaborasi antara BPBD dan masyarakat dalam
penanggulangan banjir bandang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur,
observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kolaborasi terjadi dalam
lima dimensi teori collaborative governance (Ansell & Gash, 2008), yakni dialog tatap
muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan
hasil sementara. Namun, pelaksanaan masih terkendala struktur kelembagaan, rendahnya
literasi kebencanaan masyarakat, dan belum optimalnya keberlanjutan komitmen antar
aktor. Temuan ini menegaskan pentingnya pelembagaan forum dialog, penguatan kapasitas
komunitas, dan integrasi sistem informasi risiko. Studi ini berkontribusi terhadap penguatan
tata kelola kolaboratif berbasis masyarakat dalam kebijakan publik penanggulangan bencana
di daerah rawan.