SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DAN TATA KELOLA PENANGGULANGAN BENCANA: STUDI KASUS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstract
Kabupaten Bandung Barat merupakan wilayah yang memiliki potensi risiko bencana, terutama gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang, tanah longsor, banjir bandang, dan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai salah satu unsur masyarakat yang berperan dalam menjaga keselamatan dan keamanan publik serta mendukung penanggulangan bencana di tingkat desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan kelembagaan Satlinmas serta memperkuat peran Desa Tangguh Bencana (Destana) dalam kesiapsiagaan dan respons bencana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui sosialisasi, pelatihan teknis, diskusi kelompok terarah (FGD), pemetaan risiko, dan simulasi penanggulangan bencana. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Oktober 2025 di Aula Kantor Kecamatan Ngamprah dengan melibatkan 30 peserta yang merupakan perwakilan Destana dan Satlinmas dari 11 desa. Materi kegiatan mencakup dasar hukum Satlinmas dan kebencanaan, keselamatan dan keamanan publik, konsep desa tangguh bencana, identifikasi jenis bencana, keterampilan tanggap darurat, pemetaan risiko, serta penyusunan prosedur tanggap darurat di tingkat desa dan kecamatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tugas dan peran strategis Satlinmas dalam penanggulangan bencana, kesadaran terhadap tindakan preventif, keterampilan pengelolaan sumber daya dan evakuasi, serta kemampuan mengidentifikasi risiko dan menyusun prosedur tanggap darurat. Kegiatan juga menghasilkan pemetaan titik rawan, fasilitas publik, jalur evakuasi, dan rancangan mekanisme komunikasi serta distribusi logistik darurat. PKM ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas teknis yang disertai penguatan kelembagaan, koordinasi lintas sektor, dan pemanfaatan data spasial dapat mendukung terwujudnya Satlinmas dan Destana yang lebih siap, responsif, dan tangguh dalam menghadapi bencana.