Kolaborasi atau Politisasi? Dinamika Governance dalam Implementasi Pembangunan Daerah di Kabupaten Tanah Datar
Abstract
Implementasi pembangunan daerah merupakan proses yang melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan dan sumber daya yang berbeda. Dalam konteks tersebut, hubungan antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, pemerintahan nagari, dan aktor politik dapat menghasilkan kolaborasi, tetapi juga berpotensi menjadi arena politisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika governance dalam implementasi pembangunan daerah di Kabupaten Tanah Datar dengan mempertanyakan apakah proses tersebut lebih mencerminkan kolaborasi atau politisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap proses perencanaan dan implementasi pembangunan daerah. Data dianalisis secara tematik dengan mengidentifikasi bentuk kolaborasi, kepentingan aktor, distribusi kekuasaan, mekanisme negosiasi, partisipasi masyarakat, serta pengaruh politik dalam implementasi pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan daerah berlangsung melalui interaksi antara mekanisme kolaboratif dan dinamika politik. Kolaborasi terlihat melalui keterlibatan masyarakat, pemerintahan nagari, dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan, sedangkan dimensi politik muncul melalui proses representasi, penganggaran, negosiasi, dan penentuan prioritas pembangunan. Penelitian menunjukkan bahwa politisasi tidak selalu bersifat negatif ketika kepentingan politik digunakan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Namun, politisasi menjadi problematik apabila kepentingan elektoral, patronase, atau kelompok tertentu mendominasi kepentingan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan transparansi, partisipasi, profesionalisme birokrasi, dan akuntabilitas diperlukan untuk memastikan dinamika politik tetap mendukung governance pembangunan yang inklusif.
Kata kunci: Collaborative governance; Politisasi pembangunan; Governance daerah; Pembangunan daerah.