TANTANGAN DESENTRALISASI ASIMETRIS: STUDI KASUS PROVINSI ACEH

Authors

  • Azharisman Rozie Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Abstract

Desentralisasi asimetris merupakan pendekatan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang memberikan kewenangan khusus kepada daerah tertentu berdasarkan karakteristik historis, politik, sosial, budaya, dan geografisnya. Provinsi Aceh merupakan salah satu contoh utama penerapan desentralisasi asimetris di Indonesia yang memperoleh kewenangan khusus melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan implementasi desentralisasi asimetris di Aceh, khususnya dalam aspek kelembagaan, hubungan pusat–daerah, fiskal, dan politik lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan kepustakaan yang mencakup peraturan perundang-undangan, dokumen pemerintah, laporan kelembagaan, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengidentifikasi kesenjangan antara desain kewenangan khusus dan kapasitas implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi desentralisasi asimetris di Aceh masih menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan antara kewenangan dan kapasitas kelembagaan, kompleksitas koordinasi pemerintah pusat dan daerah, ketergantungan fiskal terhadap Dana Otonomi Khusus, serta dinamika politik lokal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemberian kewenangan khusus belum secara otomatis menghasilkan pemerintahan yang efektif dan pembangunan yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, kemandirian fiskal, koordinasi pusat–daerah, serta transparansi dan akuntabilitas agar desentralisasi asimetris dapat berkontribusi secara optimal terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh.

Kata kunci: desentralisasi asimetris; otonomi khusus; Aceh; hubungan pusat–daerah; desentralisasi fiskal.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

30-07-2021