Analisis Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Berdasarkan Metode Balanced Scorecard (BSC) & Strategi Maps (Studi R & D Di Instutut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor Provinsi Jawa Barat

  • Ade Tutty R. Rosa
Keywords: Kata kunci, pemerintahan, pendidikan, evaluasi, nilai, dan IPDN

Abstract

Abstrak
Salah satu penyebab kegagalan organisasi pendidikan, sebagai institusi penyedia jasa layanan
pendidikan (service institution);juga rendahnya mutu pendidikan, disebabkan oleh sasaran dan
hasilnya bersifat tidak terukur, tidak nyata; juga ketidakmampuan lembaga pendidikan dalam
memberdayakan dan mengefektifkan fungsi penyelenggaraan, produktivitas kinerja yang
ada pada masing-masing institusinya sehingga terdapat kesenjangan dengan standar nasional
pendidikan yang ditetapkan. Untuk meninjau sistem penyelenggaraan pendidikan; produktivitas
kinerja; visi misi lembaga bermutu; dibutuhkan suatu stategi yang mampu mengomunikasian
berbagai kepentingan memberikan penjaminan mutu/kualitas secara komprehensif dan
berimbang. Inti masalah (core of problem) khususnya pada pendidikan tinggi kepamongprajaan
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam penelitian ini adalah analisis penyelenggaraan
pendidikan kepamongprajaan dan evaluasi akuntabilitas kinerjanya saat ini bersifat statis.
Tulisan ini disusun atas dasar Metode Balanced Scorecard (BSC) dan Strategi Maps (Kaplan
dan Northon). Penelitian ini mencoba menguraikan rancangan penyelenggaraan pendidikan
tinggi kepamongprajaan berdasarkan penyesuaian pendidikan; produktivitas kinerja; mutu
layanan Jarlatsuh,visi, misi, dan strategi. Metode ini dapat digunakan sebagai sistem kinerja
yang objektif; pengendalian secara cepat, tepat, komprehensif mengarahkan performance
organisasi. BSC sebagai sebuah sistem manageman tersusun atas empat persfektif berbeda
(fi nancial, customer, process business internal, learning and growth), ingin mewujudkan
efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan produktivitas kinerja yang terukur secara reliabel.
Sasaran penelitiannya difokuskan untuk memberikan kontribusi dalam:(1) meningkatkan mutu
pendidikan; (2) meningkatkan mutu layanan kinerja; (3) merumuskan dan menerjemahkan visi,
msi dan strategi lembaga pendidikan: (4) membuat rancangan sebab akibat/menentukan salah
satu draft manajemen pendidikan. Metode penelitian menggunakan Triangulasi Mixed Method
design model transformasi data menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif, diinterpretasikan
menjadi kualitatif, masing-masing devendent Variable; indevendent Variable; aplikasi statistika;
teknik regresi Analysis, path analysis, dengan bantuan program SPSSversi 14,01forWindows
2007. Adapun temuan penelitian adalah ada perbedaan signifi kan antara empat perspektif BSC
dalam penyelenggaraan pendidikan di IPDN; juga ada pengaruh yang besar antara komponen
penyelenggaraan pendidikan (dalam Konsep BSC) terhadap produktivitas kinerja di IPDN.
Hasilnya menunjukkan ada beberapa aspek yang Servis Error Rate (tidak memenuhi target
pencapaian tingkat kepuasan pelanggan) hal ini berarti belum seimbang, Agar memenuhi
keseimbangan dan keselarasan dengan tujuan penelitian, maka dilakukan perumusan dan
menerjemahkan visi, misi lembaga dan keseluruhan hasil yang telah diprogramkan ke dalam
strategi Maps yang selanjutnya diinterpretasikan ke dalam strategi BSC sehingga dapat dibuat
rancangan sebab akibat dan matriks Omax yang merupakan startegi baru. Implikasinya masih
sejalan dengan perspektif analisis BSC untuk IPDN dalam meningkatkan mutu pendidikan dan
mutu layanan kinerja, walaupun belum sepenuhnya sejalan dengan analisis standar pendidikan
Nasional. Rekomendasi bagi IPDN bahwa hasil penyusunan Balanced Scorecard berupa ukuran
strategic tersebut dapat digunakan sebagai dasar restra atau alternatif model pengukuran Lakip
atau sebagai draft manajemen pendidikan kompreheshif, koheren, terukur, dan berimbang,
terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi kepamongprajaan agar berdaya guna, memiliki
mentaltas dan karakter praja yang terintegrasi secara hakiki dan kaffah. Hal ini sejalan dengan
lima nilai dasar yang menjadi acuan tindakan, pikiran, dan perilaku organisasi, yaitu:(a) nilai
teologis (ilahiyah); (b) nilai guna/teleologis; (c) nilai logis (scientifi c);(d) nilai etik;(e) nilai
estetika; (f) nilai fi siologis dan ethic “body of principle”, yang mengarahkan manusia (individu
dan organisasi) untuk melakukan sesuatu yang benar, sesuai dengan nilai norma dan menjadikan
sebagai driving force bagi perguruan tinggi dalam mewujudkan visi, misi, tujuan, dan strategi
pendidikan tinggi masing-masing (Sanusi A). Bagi peneliti, selanjutnya perlunya tinjauan BSC
secara menyeluruh di berbagai devisi bidang pendidikan.
Kata kunci: pemerintahan, pendidikan, evaluasi, nilai, dan IPDN

Published
2016-06-01
Section
Articles