Kerangka Konseptual Penerapan Genetic Algorithm dalam Penguatan Manajemen Risiko Bencana Pergerakan Tanah di Desa Gemulung, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.33701/jk.v8i1.6153Keywords:
Genetic Algorithm, Manajemen Risiko Bencana, Pergerakan Tanah, Pemerintah Desa, Gemulung, OptimasiAbstract
Bencana pergerakan tanah merupakan ancaman serius yang berulang di Desa Gumulung Lebak dan Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, mengancam permukiman padat dan lahan pertanian produktif. Kapasitas pemerintah desa dalam manajemen risiko bencana masih sangat terbatas, terutama pada aspek identifikasi zona risiko, perencanaan jalur evakuasi, dan alokasi sumber daya darurat. Penelitian ini bertujuan mengusulkan kerangka penerapan Genetic Algorithm (GA) sebagai instrumen optimasi dalam sistem manajemen risiko bencana pergerakan tanah berbasis kapasitas pemerintah desa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis konten terhadap literatur akademis, standar BNPB, serta kajian teoritis algoritma genetika. Hasil kajian menunjukkan bahwa GA mampu mengoptimalkan tiga komponen utama yakni pemetaan zona risiko berbasis data geospasial, penentuan jalur evakuasi optimal dengan meminimalkan jarak dan waktu tempuh, serta distribusi sumber daya darurat yang efisien. Model konseptual yang diusulkan mengintegrasikan GA dalam empat tahapan siklus manajemen bencana: mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan. Faktor penghambat implementasi meliputi keterbatasan infrastruktur digital di tingkat desa, ketersediaan data geospasial yang akurat, serta kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi pentahelix antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, sektor swasta, dan masyarakat sebagai prasyarat keberhasilan adopsi teknologi GA dalam tata kelola bencana lokal.
Downloads
References
Alexander, D. (2002). Principles of emergency planning and management. Oxford University Press.
Badan Informasi Geospasial (BIG). (2022). Peta Topografi Digital Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon skala 1:25.000. Badan Informasi Geospasial.
Badan Meteorologi, K., dan Geofisika (BMKG). (2023). Data curah hujan historis Kabupaten Cirebon 2013–2023. BMKG.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2023). Indeks risiko bencana Indonesia 2023. BNPB Press.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cirebon. (2023). Data Kejadian Pergerakan Tanah Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon. BPBD Kabupaten Cirebon. https://opendata.cirebonkab.go.id
Balcik, B., & Beamon, B. M. (2008). Facility location in humanitarian relief. International Journal of Logistics: Research and Applications, 11(2), 101–121. https://doi.org/10.1080/13675560701561789
Berkoune, D., Renaud, J., Rekik, M., & Ruiz, A. (2012). Transportation in disaster response operations. Socio-Economic Planning Sciences, 46(1), 23–32. https://doi.org/10.1016/j.seps.2011.05.002
Carayannis, E. G., & Campbell, D. F. J. (2009). ‘Mode 3’ and ‘Quadruple Helix’: Toward a 21st century fractal innovation ecosystem. International Journal of Technology Management, 46(3/4), 201–234. https://doi.org/10.1504/IJTM.2009.023374
Cheng, M. Y., & Lien, L. C. (2012). A hybrid intelligence approach to enhance the efficiency of a trench-digging project. Engineering with Computers, 28(2), 187–200. https://doi.org/10.1007/s00366-011-0232-6
Christoplos, I., Mitchell, J., & Liljelund, A. (2019). Re-framing risk: The changing context of disaster mitigation and preparedness. Disasters, 25(3), 185–198. https://doi.org/10.1111/1467-7717.00172
Corominas, J., van Westen, C., Frattini, P., Cascini, L., Malet, J. P., Fotopoulou, S., & Zezere, J. L. (2014). Recommendations for the quantitative analysis of landslide risk. Bulletin of Engineering Geology and the Environment, 73(2), 209–263. https://doi.org/10.1007/s10064-013-0538-8
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th edn). Sage Publications.
Crozier, M. J. (1999). Prediction of rainfall-triggered landslides: A test of the antecedent water status model. Earth Surface Processes and Landforms, 24(9), 825–833. https://doi.org/10.1002/(SICI)1096-9837(199908)24:9%3C825::AID-ESP14%3E3.0.CO;2-M
Deb, K. (2001). Multi-objective optimization using evolutionary algorithms. John Wiley & Sons.
Dimas, M., & Fahlevvi, M. R. (2024). Pengentasan Digital Divide dalam Penerapan E-Government di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan, 6(2), 194–215. https://doi.org/10.33701/jtkp.v6i2.4504
Glade, T., & Crozier, M. J. (2005). A review of scale dependency in landslide hazard and risk analysis. In T. Glade, M. Anderson, & M. J. Crozier (Eds), Landslide hazard and risk (pp. 75–138). John Wiley & Sons.
Goldberg, D. E. (1989). Genetic algorithms in search, optimization and machine learning. Addison-Wesley.
Hardiyatmo, H. C. (2012). Tanah longsor dan erosi: Kejadian dan penanganan. Gadjah Mada University Press.
Holland, J. H. (1975). Adaptation in natural and artificial systems. University of Michigan Press.
Hungr, O., Leroueil, S., & Picarelli, L. (2014). The Varnes classification of landslide types, an update. Landslides, 11(2), 167–194. https://doi.org/10.1007/s10346-013-0436-y
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2022). Peta jalan transformasi digital desa 2022–2024. Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Maskrey, A. (1989). Disaster mitigation: A community based approach. Oxfam.
Matutina, E. J. B., & Fahlevvi, M. R. (2025). Kesenjangan Generasi dan Geografis dalam Literasi Digital: Implikasinya terhadap Kebijakan E-Government di Kabupaten Sorong. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan, 7(2), 201–216. https://doi.org/10.33701/jtkp.v7i2.5771
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd edn). SAGE Publications.
Mitchell, M. (1998). An introduction to genetic algorithms. MIT Press.
Nugraheni, D., Zhafran, H. R., & Rahman, M. I. P. (2025). Kolaborasi multipihak dalam mitigasi bencana di wilayah provinsi Jawa Barat. Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal, 4(2), 105–116. https://doi.org/10.56744/irchum.v4i2.92
Permana, A., Hardoyo, S. R., & Wijaya, I. (2020). Kapasitas pemerintah desa dalam penanggulangan bencana: Studi di Jawa Barat. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 214–234. https://doi.org/10.22146/jkn.56002
Pribadi, K. S., & Gunawan, I. (2021). Pengurangan risiko bencana di Indonesia: Capaian dan tantangan. Jurnal Penanggulangan Bencana, 12(1), 1–18.
Rachman, F., & Ginting, A. H. (2025). Tantangan dalam standardisasi keselamatan operasional untuk respons darurat non-kebakaran. Jurnal Konstituen, 7(2), 164–176. https://doi.org/10.33701/jk.v7i2.5749
Rahmawati, N., & Sudibyakto, H. A. (2020). Pemanfaatan sistem informasi geografis dalam manajemen bencana di desa rawan longsor Jawa Barat. Majalah Geografi Indonesia, 34(1), 9–17. https://doi.org/10.22146/mgi.44485
Shaw, R. (2012). Community-based disaster risk reduction. Emerald Group Publishing.
Sidle, R. C., & Ochiai, H. (2006). Landslides: Processes, prediction, and land use. American Geophysical Union.
Sulfikar, M., Mallapiseng, A., & Baso, S. (2025). Kolaborasi aktor dalam program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Wulonggere Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 2170–2180. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1398
United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR). (2009). Terminology on disaster risk reduction. UNISDR.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. UNDRR.
Yalcin, A. (2008). GIS-based landslide susceptibility mapping using analytical hierarchy process and bivariate statistics in Ardesen (Turkey). Catena, 72(1), 1–12. https://doi.org/10.1016/j.catena.2007.01.003
Yeh, C. H., & Chou, S. Y. (2013). Fuzzy multi-objective linear programming for optimal facility layout design. International Journal of Industrial Engineering, 11(3), 218–229.
Yi, W., & Özdamar, L. (2007). A dynamic logistics coordination model for evacuation and support in disaster response activities. European Journal of Operational Research, 179(3), 1177–1193. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2005.03.077