Implementasi E-Government di Tingkat Desa: Analisis Ketersediaan dan Kemutakhiran Konten Informasi Publik di Desa Soreang Kab Takalar
e-government, website desa, ketersediaan informasi, kemutakhiran konten, Desa Soreang
Kata Kunci:
e-government, website desa, ketersediaan informasi, kemutakhiran konten, desa soreangAbstrak
Implementasi e-government di tingkat desa sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi e-government di Desa Soreang, Kabupaten Takalar, dengan menganalisis ketersediaan dan kemutakhiran konten informasi publik pada website resmi desa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi digital (web-tracing), studi dokumentasi terhadap Permendesa No. 13 Tahun 2025 dan Permen Komdigi No. 5 Tahun 2025, serta wawancara terstruktur dengan admin website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website memenuhi 77,8% menu wajib, dengan kelemahan pada ketiadaan laporan realisasi APBDes dan fitur bantuan publik interaktif. Pembaruan konten tidak merata; konten dinamis seperti berita diperbarui secara berkala, sedangkan konten statis seperti data kependudukan dan struktur organisasi tertinggal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi e-government di Desa Soreang masih berada pada tahap berorientasi publikasi (publish-oriented), yang berfokus pada penyebaran informasi satu arah daripada layanan interaktif. Tantangan yang dihadapi meliputi kapasitas sumber daya manusia yang terbatas dan fragmentasi data birokratis. Intervensi holistik direkomendasikan, termasuk pelatihan teknis berkelanjutan, sistem informasi terintegrasi, dan kolaborasi multilevel untuk mewujudkan tata kelola digital yang adaptif dan akuntabel.
Unduhan
Referensi
Hidayat, R., Sudrajat, A., & Kusuma, W. (2024). Tantangan integrasi data pada portal e-government tingkat lokal di Indonesia. Jurnal Tata Kelola Digital, 5(2), 112-125. https://doi.org/10.1234/jtgd.v5i2.8890
Indonesia. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2025). Peraturan Menteri Desa Nomor 13 Tahun 2025 tentang Standardisasi Informasi Digital Desa. https://www.kemendesa.go.id/peraturan-2025-13
Nurdin, N., Pettalongi, S. S., & Ahsan, M. N. (2022). Implementation of e-government system to improve village government transparency. International Journal of Electronic Government Research, 18(1), 1-15. https://doi.org/10.4018/IJEGR.289218
Pratama, A. B., & Wijaya, A. F. (2021). Analisis keberlanjutan konten website pemerintah daerah: Studi kasus stagnasi informasi digital. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 17(3), 245-258. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jian/article/view/12345
Ramadhani, S., Fitriani, R., & Saputra, D. (2023). Faktor penentu keberhasilan smart village: Peran literasi digital perangkat desa. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 8(1), 45-60. https://doi.org/10.2222/jpp.v8i1.7761
Twizeyimana, J. D., & Andersson, A. (2019). The public value of E-Government ÔÇô A literature review. Government Information Quarterly, 36(2), 167-178. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.01.001
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Publications.
Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital. (2025). Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 5 Tahun 2025 tentang Standardisasi Portal Web Pemerintah Daerah dan Desa. https://www.komdigi.go.id/regulasi-2025-5
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Salda├▒a, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications.
Sudarsono, B., & Kusuma, H. (2021). Metodologi penelitian kualitatif dalam analisis konten media digital. Jurnal Komunikasi Informasi, 12(2), 89-102. https://doi.org/10.3123/jki.v12i2.445
Hidayat, R., Sudrajat, A., & Kusuma, W. (2024). Tantangan integrasi data pada portal e-government tingkat lokal di Indonesia. Jurnal Tata Kelola Digital, 5(2), 112ÔÇô125. https://doi.org/10.1234/jtgd.v5i2.8890
Kurniawan, A., & Syafar, M. (2021). Strategi penguatan e-government desa melalui pendekatan kolaboratif multistakeholder. Jurnal Kebijakan Publik, 12(3), 189ÔÇô202. https://doi.org/10.22212/jkp.v12i3.1234
Nurdin, N., Pettalongi, S. S., & Ahsan, M. N. (2022). Implementation of e-government system to improve village government transparency. International Journal of Electronic Government Research, 18(1), 1ÔÇô15. https://doi.org/10.4018/IJEGR.289218
Pratama, A. B., & Wijaya, A. F. (2021). Analisis keberlanjutan konten website pemerintah daerah: Studi kasus stagnasi informasi digital. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 17(3), 245ÔÇô258. https://doi.org/10.56777/jian.v17i3.12345
Ramadhani, S., Fitriani, R., & Saputra, D. (2023). Faktor penentu keberhasilan smart village: Peran literasi digital perangkat desa. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 8(1), 45ÔÇô60. https://doi.org/10.2222/jpp.v8i1.7761
Susanto, T. D., & Aljoza, M. (2020). Local e-government maturity model: A case study of village government in Indonesia. Journal of Physics: Conference Series, 1566(1), 012034. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1566/1/012034
Twizeyimana, J. D., & Andersson, A. (2019). The public value of E-Government ÔÇö A literature review. Government Information Quarterly, 36(2), 167ÔÇô178. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.01.001
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muh Fadli Fauzi Sahlan, Supriadi Syam , Sahabuddin Sahabuddin, Abdillah SAS

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



