Strategi Adaptif dalam Validasi Data Kemiskinan: Mengatasi Kendala Infrastruktur Digital melalui Pendekatan Door-to-Door
DOI:
https://doi.org/10.33701/jurnalregistratie.v7i2.5906Keywords:
Aplikasi BANGKIT, Validasi Data Kemiskinan, Strategi Adaptif, Verifikasi FaktualAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi verifikasi data kemiskinan di Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, melalui aplikasi BANGKIT yang sering mengalami kendala teknis berupa pemeliharaan sistem pada jam kerja. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan partisipatif yang didukung oleh data deskriptif kuantitatif sederhana, penelitian ini menerapkan strategi validasi hibrida yang mengintegrasikan pencatatan formulir manual secara doortodoor sebagai mekanisme mitigasi saat infrastruktur digital tidak stabil. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi visual terhadap indikator fisik hunian dan aset ekonomi pada 2.127 Kepala Keluarga (KK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi verifikasi faktual berhasil mengoreksi basis data awal, di mana jumlah keluarga miskin valid menurun menjadi 2.048 KK. Temuan signifikan mencatat adanya inclusion error sebanyak 468 KK yang secara faktual tidak miskin namun terdaftar sebagai penerima bantuan, akibat adanya manipulasi data mandiri dan budaya ketergantungan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa di tengah keterbatasan infrastruktur teknologi pemerintahan daerah, intervensi verifikasi fisik tetap menjadi instrumen vital untuk menjamin akurasi data. Strategi input ulang data manual ke sistem digital terbukti efektif menjaga integritas basis data kemiskinan, sehingga disarankan adanya penjadwalan ulang pemeliharaan sistem di luar jam operasional.
Downloads
References
Arifin, S. (2020). Kemiskinan Struktural dan Budaya Kemiskinan: Sebuah Tinjauan Konseptual. Jurnal Sosiologi Dialektika, 15(1), 45–60.
Arrow, K. J. (1963). Uncertainty and the Welfare Economics of Medical Care. The American Economic Review, 53(5), 941–973.
Badan Pusat Statistik. (2022). Penghitungan dan Analisis Kemiskinan Makro Indonesia. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dimas, M., & Fahlevvi, M. R. (2024). Pengentasan Digital Divide dalam Penerapan E-Government di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan, 6(2), 194–215. https://doi.org/10.33701/jtkp.v6i2.4504
Dinas Sosial Kabupaten Majalengka. (2023). Laporan Basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (BDTKS) Tahun 2023.
Egyedi, T. M., & Spirco, J. (2011). Standards and compatibility in IT-enabled change: The case of the Dutch railway sector. Technology in Society, 33(1–2), 36–46. https://doi.org/10.1016/j.techsoc.2011.03.001
Heeks, R. (2001). Information systems and development: Theoretical perspectives. Information Systems Journal, 11(1), 3–24. https://doi.org/10.1046/j.1365-2575.2001.00093.x
Irham Akbar, M., & Rezza Fahlevvi, M. (2023). Cegah Penyebaran Misinformasi di Media Sosial Menggunakan Peralatan dan Fitur Literasi Digital. RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua, 1(1), 15–20. https://doi.org/10.61124/1.renata.2
Janssen, M., & van der Voort, H. (2016). Adaptive governance: Towards a stable, accountable and responsive government. Government Information Quarterly, 33(1), 1–5. https://doi.org/10.1016/j.giq.2016.02.001
Lewis, O. (1966). The Culture of Poverty. Scientific American, 215(4), 19–25.
Mandala, D. R. T. L., & Fahlevvi, M. R. (2024). Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Promosi Pariwisata Melalui Media Sosial di Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada. Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan, 6(1), 147–173.
Misuraca, G., & Viscusi, G. (2015). Shaping public sector innovation theory: An interpretative framework for ICT-enabled governance innovation. Electronic Commerce Research, 15(3), 303–322. https://doi.org/10.1007/s10660-015-9185-4
Pemerintah Kabupaten Majalengka. (2023). Petunjuk Teknis Operasional Aplikasi BANGKIT (Bebas Kemiskinan dan Stunting).
Purwanto, E. A., Sulistyastuti, D. R., & Khoirunurrofik, K. (2021). Digital governance challenges in local government: A case study of social assistance distribution in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 25(1), 44–62. https://doi.org/10.22146/jsp.59687
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2022). Buku Saku Pemutakhiran Data Berbasis Partisipatif.
Widodo, T. (2019). Ekonomi Publik: Teori dan Aplikasi. BPFE-Yogyakarta.
Wirtz, B. W., Weyerer, J. C., & Schichtel, F. T. (2019). An integrative public IoT framework for smart government. Government Information Quarterly, 36(2), 333–345. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.01.004
World Bank. (2021). World Development Report 2021: Data for Better Lives. The World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1600-0
World Bank. (2022). Bridging the Digital Divide: Infrastructure Challenges in Rural Indonesia. The World Bank Group.
