Inovasi Digitalisasi Layanan Kependudukan Sebagai Instrumen Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Klaten
DOI:
https://doi.org/10.33701/jurnalregistratie.v7i2.5570Keywords:
Inovasi Pelayanan Publik, Digitalisasi Kependudukan, Tata Kelola Pemerintahan, Penanggulangan Kemiskinan, Kabupaten KlatenAbstract
Ketepatan data kemiskinan adalah prasyarat bagi efektivitas kebijakan perlindungan sosial. Banyak daerah menghadapi tantangan ketidakakuratan data kependudukan yang berdampak pada kesalahan penyaluran bantuan. Artikel ini bertujuan menganalisis inovasi digital layanan kependudukan di Kabupaten Klaten dirancang dan diimplementasikan, serta perannya dalam meningkatkan akurasi data kemiskinan dan efektivitas program sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, serta didukung observasi lapangan dan telaah dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi layanan digital seperti Sistem Administrasi Kependudukan Klaten (SAKURA) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dirancang untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperkuat akurasi basis data kependudukan. Berdasarkan kerangka Diffusion of Innovations, inovasi ini memiliki keunggulan relatif dalam penghematan waktu dan biaya, kompatibilitas dengan kebutuhan masyarakat pasca-pandemi, kompleksitas yang relatif rendah bagi pengguna digital, serta tingkat observabilitas yang tinggi. Data Dukcapil Klaten mencatat lebih dari 28.000 pengguna SAKURA dan 44.772 aktivasi IKD melalui strategi jemput bola hingga 2024. Kontribusi inovasi ini tampak nyata pada peningkatan validitas data sosial, yang mengurangi kesalahan inclusion dan exclusion dalam distribusi bantuan. Hal ini berdampak pada efektivitas program pengentasan kemiskinan, sejalan dengan penurunan angka kemiskinan di Klaten dari 13,49% pada 2021 menjadi 12,04% pada 2024. Digitalisasi memungkinkan pemutakhiran data real-time, penelusuran identitas tunggal, dan sinkronisasi data kependudukan dengan data kesejahteraan sosial, menekan kesalahan inclusion dan exclusion dalam bantuan. Berdasarkan Diffusion of Innovations, inovasi ini memiliki keunggulan relatif, kompatibilitas tinggi, dan kompleksitas rendah. Digitalisasi layanan kependudukan menjadiinstrumen strategis dalam tata kelola pemerintah daerah dan berkontribusi pada penanggulangan kemiskinan berbasis data akurat.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten. (2024). Persentase penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Tengah, 2019–2024. BPS Kabupaten Klaten. https://klatenkab.bps.go.id
Disdukcapil, (2025). Sistem Administrasi Kependudukan Klaten (SAKURA). https://sakura.dukcapil.klaten.go.id
Disdukcapil, (2023), Sosialisasi Implementasi penerapan KTP Digital bertempat di Pendopo Pemda Kabupaten Klaten, Berita, Umum, Jan 25, 2023, diakses dari: https://dukcapil.klaten.go.id/sosialisasi-implementasi-penerapan-ktp-digital-bertempat-di-pendopo-pemda-kabupaten-klaten
Djatmiko, G. H., Sinaga, O., & Pawirosumarto, S. (2025). Digital Transformation and Social Inclusion in Public Services: A Qualitative Analysis of E-Government Adoption for Marginalized Communities in Sustainable Governance. Sustainability, 17(7), 2908. https://doi.org/10.3390/su17072908
Iskandar, Ade, (2025), Public Service Innovation In The Smart Governance Era: Strategies To Increase Transparency And Accountability, Vol 11, No 1
Lubis, S.; Purnomo, E.P.; Lado, J. et al. (2024) Electronic governance in advancing sustainable development goals through systematic literature review. Discov glob soc 2, 77 (2024). https://doi.org/10.1007/s44282-024-00102-3
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Rakasiwi, Fernika Dian, (2024), Sukses Tekan Angka Kemiskinan, Klaten Catat Penurunan 0,24 Persen di 2024, Berita, pikiran-rakyat.com, 24 Jan 2025, diakses dari: https://klaten.pikiran-rakyat.com/klaten/pr-2419000916/sukses-tekan-angka-kemiskinan-klaten-catat-penurunan-024-persen-di-2024
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press. diakses dari: https://books.google.co.id/books?id=9U1K5LjUOwEC&printsec=frontcover&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Ul Haq, Arina Zulfa, (2024), Disdukcapil Klaten Jemput Bola, 44 Ribuan Warga Sudah Aktivasi IKD, detikJateng, Berita, 07 Sep 2024, diakses dari: https://www.detik.com/jateng/berita/d-7529957/disdukcapil-klaten-jemput-bola-44-ribuan-warga-sudah-aktivasi-ikd.
UNDP. (2022). Digital transformation for inclusive development in Asia-Pacific. United Nations Development Programme. https://www.undp.org
Wahyunengseh, R. Dwi; Hastjarjo, S.; Mulyaningsih, T., & G. Suharto, D. (2020). Digital Governance and Digital Divide: A Matrix of the Poor's Vulnerabilities. Policy & Governance Review, 4(2), 152-166. doi:10.30589/pgr.v4i2.296
Yunus, M., & Yusoff, M. A. (2022). Digital governance and poverty alleviation: Evidence from developing countries. Government Information Quarterly, 39(4), 101702. https://doi.org/10.1016/j.giq.2022.101702
Zhou, X., & Cai, R. (2021). E-government and social welfare delivery: Improving poverty alleviation through digital platforms. Information Polity, 26(3), 325–340. https://doi.org/10.3233/IP-200276
