DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE BASIC INFRASTRUCTURES IN THE BORDER ZONE AROUND THE MOTAAIN NATIONAL CROSS BORDER POST (PLBN), BELU REGENCY, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE

Authors

  • Eko Budi Santoso Institut pemerintahan dalam negeri
  • Gatiningsih Gatiningsih Fakultas Perlindungan Masyarakat, IPDN
  • Dimas Widya Putra Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) Indonesia, Executive Board of West Java Province
  • Kholifah Nursa’diyyah RSP Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung
  • Enjang Hidayat Pustakawan pada Lembaga Penelitian IPDN

DOI:

https://doi.org/10.33701/jiwbp.v15i2.6003

Keywords:

Basic Infrastructure Development, Sustainable, Border Zone

Abstract

The development of border areas in the previous era was still based on the paradigm as backward that relatively under developed and isolated zone. However, since 2014 the paradigm has changed to be front yard, which was then followed by the development of many border areas, especially those with cross-border post (PLBN). One of them is the Motaain PLBN in Belu Regency, East Nusa Tenggara Province. This study aims to describe and assess the development of basic infrastructure to meet the basic needs of residents in the area around the Motaain PLBN. The method used was descriptive-evaluative qualitative research. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted with the Belu Regency government, the Motaain PLBN management, environmental officials, community leaders and ordinary people. The analysis technique used was narrative displays assisted by various maps (cartographs) and tables to describe the factual conditions that occur, and with the help of standards for assessing the condition of its fulfillment. The basic infrastructure in question includes social infrastructure and physical infrastructure. The research results show that social infrastructure has been well developed, but basic physical infrastructure, particularly clean water, sanitation, and drainage, is not yet adequately provided, so that overall the provision of basic infrastructure supporting sustainable living is considered inadequate. Several intergovernmental and sectoral collaborations are recommended, especially in the provision of basic physical infrastructure for clean water, which affects the fulfillment of sanitation needs of communities in border areas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Choguill, C. L. (1996). Ten steps to sustainable infrastructure. Habitat International, 20(3), 389–404. https://doi.org/10.1016/0197-3975(96)00013-6

Das, P. (2023). IndIa ’ s approach Border Management: From Barriers to Bridges (1st ed.).

Kuswara. (2008). tantangan pemb permukiman di perbatasan.pdf. Jurnal Permukiman, 3(4), 253–262.

Mangku, D. G. S. (2018). Implementasi Joint Border Committee (Jbc) Untuk Penyelesaian Sengketa Perbatasan Darat Antara Indonesia-Timor Leste. Jurnal Yuridis, 5(1), 43. https://doi.org/10.35586/.v5i1.316

Rani, F. (2012). Strategi Pemerintah Indonesia Dalam Meningkatkan Keamanan Wilayah Perbatasan Menurut Perspektif Sosial Pembangunan Faisyal Rani, SIP, MA ∗. Jurnal Transnasional, 4(1), 1–17.

Sari, U. C., & Rahman, B. (2019). Studi Literatur : Kajian Geoteknik Daerah Perbatasan Sebagai Salah Satu Faktor Dalam Penguatan Infrastruktur Daerah Perbatasan Di Kabupaten Belu , Nusa Tenggara Timur. Jurnal Planologi, 16(1), 32–44. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/psa%0AE-ISSN

Sudiar, S. (2015). Pembangunan Wilayah Perbatasan Negara: Gambaran Tentang Strategi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Darat di Provinsi Kalimantan Utara Sonny Sudiar 1. Jurnal Administrative Reform, 3(4), 489–500.

Miles, Matthew B (2014). “Qualitative Data Analysis: a Methods Sourcebook.” Arizona State University – Third edition

Rani, Faisyal (2012). “Strategi Pemerintah Indonesia Dalam Meningkatkan Keamanan Wilayah Perbatasan Menurut Perspektif Sosial Pembangunan”, Jurnal Transnasional Vol 4: 1, h.1-17

Rudianto, Arifin dkk., 2020, “Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Aksi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals (SDGs)-Edisi II, Kedeputian Bidang Kemaritiman Dan Sumber Daya Alam”, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta

Swords, J. (2013). “Michael Porter’s cluster theory as a local and regional development tool: The rise and fall of cluster policy in the UK”. Local Economy, 28(4).

Sudiar, S. (2015). “Pembangunan Wilayah Perbatasan Negara: Gambaran Tentang Strategi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Darat di Provinsi Kalimantan Utara”. Jurnal Administrative Reform, 3(4).

Sudika, M. D. (2018). “Peran Badan Nasional pengelola Perbatasan (BNPP) Dalam Menjaga Kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 4(2).

Sumarsono, S. (2012). “Kebijakan Umum Pengelolaan Lintas Batas Negara”. Jakarta: BNPP.

Sugiyono (2010). “Memahami Penelitian Kualitatif”, Bandung: Penerbit Alfabeta: Bandung

Sugiyono (2020). “Metode Penelitian Kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat Eksploratif, enterpretif, Interaktif, dan kosnstruktif”, Penerbit Alfabeta: Bandung, Edisi ke-3

Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019

Peraturan Presiden Repubblik Indonesia nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2019-2024

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 Tahun 2020 Tentang Rencana Induk Pengelolaan Batas Wilayah Negara Dan Kawasan Perbatasan

Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2023 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara Pada Pusat Kegiatan Strategis Nasional Atambua Di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyusunan, Peninjauan Kembali, Dan Revisi Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan, Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional, Dan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara

Harruma, Issha. 2022. Masalah-masalah di Wilayah Perbatasan Indonesia dan Upaya Mengatasinya. Diakses pada 26 Februari 2024 melalui https://nasional.kompas.com/read/2022/06/06/00050061/masalah-masalah-di-wilayah-perbatasan-indonesia-dan-upaya-mengatasinya?page=all.

Herin, FRANSISKUS PATI. 2023. Ironi di Balik Kemegahan Pos Lintas Batas Negara di NTT. Diakses pada 26 Februari 2024 melalui https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/08/18/ironi-di-balik-kemegahan-pos-lintas-batas-negara-di-ntt

Singgih, Viria. 2024. Naktuka dan hal-hal yang tak selesai - Mengapa dua dekade tak cukup untuk menentukan batas darat Indonesia dan Timor Leste?. Diakses pada 26 Februari 2024 melalui https://www.bbc.com/indonesia/articles/cmmgz4z0r4do

Batubara, Harmen. 2021. Pembangunan Perbatasan Dari Masa ke Masa. Diakses pada 26 Februari 2024 melalui https://www.wilayahperbatasan.com/pembangunan-perbatasan-dari-masa-ke-masa/

Published

2025-10-31

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)