Dampak Kenaikan Inflasi Terhadap Kemiskinan Ekstrem dan Strategi Penanggulangannya Di Kabupaten Bandung
DOI:
https://doi.org/10.33701/jekp.v12i2.5938Abstract
ABSTRACT
There are at least four problems currently facing the people of Bandung Regency, including stunting, extreme poverty, inflation, and waste. This study aims to analyze the impact of rising inflation on poverty rates in Bandung Regency and to analyze the poverty alleviation strategies implemented by the Bandung Regency government. This study uses a descriptive qualitative approach, with data sources from interviews supported by related document studies. The results of the study indicate that rising inflation can drive up poverty rates because spending on minimum needs for the extremely poor becomes unaffordable. Meanwhile, the strategies implemented by the Bandung Regency Government are; 1. Increasing Community Income; 2. Reducing the Expenditure Burden of Poor Households; 3. Reducing Pockets of Poverty; 4. Organizing Integrated Program Governance. Practically, the results of this study can be a consideration for local governments in formulating strategies to alleviate extreme poverty. In addition, this research also provides scientific contributions to the literature that focuses on poverty alleviation and local economic development.
Keywords: Extreme Poverty, Inflation, Poverty alleviation, Strategies
ABSTRAK
Setidaknya ada empat permasalahan yang saat ini tengah dihadapi masyarakat Kabupaten Bandung di antaranya adalah masalah stunting, kemiskinan ekstrem, inflasi, dan permasalahan sampah. Penelitian ini ditujukan untuk mengalisa dampak kenaikan inflasi terhadap angka kemiskinan di Kabupaten Bandung dan juga untuk menganalisa strategi penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan sumber data dari hasil wawancara didukung dengan studi dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan inflasi dapat mendorong kenaikan angka kemiskinan karena pengeluaran untuk kebutuhan minimum masyarakat miskin ekstrem menjadi tidak terjangkau. Sementara strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung adalah; 1. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat; 2. Menurunkan Beban Pengeluaran Rumah Tangga Miskin; 3. Mengurangi Kantong Kemiskinan; 4. Menata Tata Kelola Program Secara Terpadu. Secara praktis, hasil penelitian ini bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi penangulangan kemiskinan ekstrem. Selain itu penelitian ini juga memberikan kontribusi ilmiah pada literatur yang berfokus pada penanggulangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi lokal.
Kata Kunci: Kemiskinan ekstrem, inflasi, penanggulangan kemiskinan, strategi
