Inovasi Pemungutan Pajak Tanah Dan Bangunan Pedesaan Dan Perkotaan (PBB-P2) Melalui E-Banking Di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat
DOI:
https://doi.org/10.33701/jekp.v12i2.5610Abstract
ABSTRAK
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan tuntutan penting bagi pemerintah daerah dalam rangka mendukung pembiayaan pembangunan. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebagai salah satu pajak daerah strategis memerlukan inovasi dalam sistem pemungutannya. Kabupaten Pasangkayu telah menerapkan inovasi pemungutan PBB-P2 melalui layanan e-banking, namun implementasinya belum menunjukkan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inovasi pemungutan PBB-P2 melalui e-banking serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang memengaruhi efektivitas peningkatan PAD di Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap enam informan kunci dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan Interpretative Structural Modelling (ISM) untuk menentukan prioritas dan hubungan antar faktor penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pemungutan PBB-P2 melalui e-banking belum berjalan secara efektif akibat rendahnya literasi digital wajib pajak, keterbatasan akses internet, belum optimalnya kerja sama dengan pihak perbankan dan penyedia sistem, serta kurangnya sosialisasi oleh aparat pemungut pajak. Analisis ISM mengidentifikasi bahwa keterbatasan akses internet merupakan faktor penghambat utama dengan daya pengaruh tertinggi terhadap faktor lainnya. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pemanfaatan ISM untuk memetakan dan menentukan prioritas faktor penghambat inovasi pemungutan PBB-P2 berbasis e-banking di tingkat pemerintah daerah, sehingga dapat menjadi dasar perumusan kebijakan peningkatan PAD yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Kata kunci: Inovasi; Pemungutan Pajak; E-Banking; PBB-P2
ABSTRAK
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan tuntutan penting bagi pemerintah daerah dalam rangka mendukung pembiayaan pembangunan. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebagai salah satu pajak daerah strategis memerlukan inovasi dalam sistem pemungutannya. Kabupaten Pasangkayu telah menerapkan inovasi pemungutan PBB-P2 melalui layanan e-banking, namun implementasinya belum menunjukkan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inovasi pemungutan PBB-P2 melalui e-banking serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang memengaruhi efektivitas peningkatan PAD di Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap enam informan kunci dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan Interpretative Structural Modelling (ISM) untuk menentukan prioritas dan hubungan antar faktor penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pemungutan PBB-P2 melalui e-banking belum berjalan secara efektif akibat rendahnya literasi digital wajib pajak, keterbatasan akses internet, belum optimalnya kerja sama dengan pihak perbankan dan penyedia sistem, serta kurangnya sosialisasi oleh aparat pemungut pajak. Analisis ISM mengidentifikasi bahwa keterbatasan akses internet merupakan faktor penghambat utama dengan daya pengaruh tertinggi terhadap faktor lainnya. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pemanfaatan ISM untuk memetakan dan menentukan prioritas faktor penghambat inovasi pemungutan PBB-P2 berbasis e-banking di tingkat pemerintah daerah, sehingga dapat menjadi dasar perumusan kebijakan peningkatan PAD yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Kata kunci: Inovasi; Pemungutan Pajak; E-Banking; PBB-P2.
