DRIVING FACTORS DETERMINING THE FAILURE OF THE LOCAL REGULATION NUMBER 05/2007 CONCERNING PROSTITUITON PROHIBITION IN BANTUL REGENCY YOGYAKARTA SPECIAL TERRITORY

Keywords: Evaluation; Local Regulation; Prostitution; Bantul Regency

Abstract

This paper analyzes the driving factors determining the failure of the local regulation Number 5 Year 2007 regarding the prostitution prohibition in Bantul Regency, Yogyakarta Special Territory by explaining the evaluation toward this regulation. Methodologically, this study utilizes qualitative method with a case study approach. To gather data, it employs documentation study and in-depth interview. As an analytical framework, this study adopts six indicators the policy evaluation developed by William Dunn, namely effectiveness, efficiency, adequacy, responsiveness, equality, and appropriateness. The finding reveals that among six indicators, three are classified as the failed indicator and the rest is successful. Nevertheless, there are three fundamental indicators which determine that this regulation will be a successful policy, i.e. effectiveness, adequacy, and responsiveness. It can be concluded that the evaluation to this regulation denotes a failed regulation. Therefore, the local government needs to take serious efforts to increase the implementation of the policy.

Author Biography

Ridho Al-Hamdi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Program Studi Ilmu Pemerintahan

References

Creswell, John W. 2012. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djohan, D. (2007). Potret otonomi daerah dan wakil rakyat di tinggaktlokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dunn, W. N. (2003). Pengantaranalisiskebijakan public edisikedua. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Dunn, W. N. (2014). Pearson new international edition: Public policy analysis fifth edition. England and Associated Companies Throughout the World.

Fransiskus, Amancik, &Simamora. (2017). Pelaksanaan Kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Penegakan Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu. Bengkoelen Justice, 7(1).

Gayo, A. A. (2017). Aspek hukum pelaksanaan qanun jinayat di provinsi Aceh. JurnalPenelitian Hukum De Jeru, 17 (2), 131-154.

Moleong, L. J. (2007). MetodologiPenelitianKualitatif. Bandung : PT RemajaRosdakarya Offset.

Muntoha, (2010), Otonomi Daerah dan Perkembangan Peraturan Daerah Bernuansa Syariah, (Yogyakarta: Safiria Insania Press).

Nawawi, (2015). Analisis Hubungan DPRD dan Pemerintah Daerah dalam Pembuatan Kebijakan Kemiskinan di Provinsi Sulawesi. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 8(1).

Nugroho, R. (2003). Kebijakanpublik :formulasi, implementasi, dan evaluasi. Jakarta: PT. Alex Media ComputindoNasrullah & Rosadi, A. (2017). Kritik hukum islam atas sanksi pidana pelaku prostitusi dalam peraturan daerah. Al-Adalah, 14 (1), 47-80.

Pkbi-diy.info, (2008). Perda Bantul No.5 Tahun 2007 Tidak Layak Sebagai Produk Hukum. https://pkbi-diy.info/perda-bantul-no-5-tahun-2007-tidak-layak-sebagai-produk-hukum/. Diakses pada tanggal 25 September 2020 pukul 02.34 WIB.

Rahmatiah. (2016). Efektivitas penerapan pengendalian dan pengawasan miras di Makassar. Al-Daulah, 5(2), 398-411.

Ramli, M. (2014). Penerapan peraturan daerah no 18 tahun 2004 tentang larangan pelacuran di kabupaten Pamekasan. Al-Jinayah :Jurnal Hukum Pidana Islam, 1(2), 371-398.

Safitri, Sani, (2016). Sejarah perkembangan ekonomi daerah di Indonesia. Jurnal Criksetra, 5(9).

Samhani, D.A. (2018). Efektivitaspemberlakuanperdanomor 5 tahun 2007 tentang larangan pelacuran di kabupaten Bantul. Fakultasi sosial dan ilmu politik. Universitasmuhammadiyahyogyakarta. Daerah istimewa Yogyakarta, 53-78.

Satpolpp.bantul.kab.go.id. (2020, 15 September). Laporan Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul Tahun 2019. Diakses dari https://satpolpp.bantulkab.go.id/filestorage/dokumen/2020/09/lk2020.pdf. Pada tanggal 17 September 2020 pukul 03.13 WIB.

Sibuea, Harris Y. P. (2015). Penegakan Hukum Prostitusi Di Indonesia. Info Singkat Hukum. 10(7).

Sugianto, (2019). Implementasi perda pemberantasan pelacuran di Kabupaten Lamogan. Al-Qanun Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 2(2).

Sugiyono, (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabet.

Syamsuddin, (2017). Evaluasi Kebijakan Ketertiban Umum Di Kota Palu (Studi Kasus Perda Nomor 21 Tahun 1998 Tentang Larangan Perbuatan Prostitusi Dan Praktik Tuna Susila Dalam Wilayah Kotamadya Palu). e Jurnal Katalogis, 5 (12).

Pkbi-diy.info, (2008). Perda Bantul No.5 Tahun 2007 Tidak Layak Sebagai Produk Hukum. https://pkbi-diy.info/perda-bantul-no-5-tahun-2007-tidak-layak-sebagai-produk-hukum/. Diakses pada tanggal 25 September 2020 pukul 02.34 WIB.

Satpolpp.bantul.kab.go.id. (2020, 15 September). Laporan Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul Tahun 2019. Diakses dari https://satpolpp.bantulkab.go.id/filestorage/dokumen/2020/09/lk2020.pdf. Pada tanggal 17 September 2020 pukul 03.13 WIB.

Daftar Wawancara

Agus Sutomo, (23 Juni 2020). Kepala Seksi Pengkajian, Pengawasan, dan Pengendalian Peraturan Daerah Satpol PP Bantul. Di Kantor Satpol PP Bantul.

Khamrihadi, (12 Juni 2020). Dukuh Grogol 9 Parangtritis dan menjabat sebagai PSM (Pekerja Sosial Komunitas). Di Rumah Pak Khamrihadi.

Pipin, (28 Juli 2020). Staf Pengkajian dan Dokumentasi Hukum di DPRD Kabupaten Bantul. Di kantor DPRD Kabupaten Bantul.

Sismadi, (23 Juni 2020). Kepala Perda Satpol PP Bantul. Di Kantor Satpol PP Bantul.

Suparman, (27 Juli 2020). Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia Kabupaten Muhammadiyah Bantul dan Kepala Bagian Hukum Kabupaten Bantul. Di Kantor Bupati Kabupaten Bantul.

Triwaldiyana, (23 Juni 2020). Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Di Rumah Pak Triwaldiyana.

Tunik Wusri Arliani, (11 Mei 2020). Kepala Bidang P3A Dinas Sosial Kabupaten Bantul. Di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bantul.

Published
2021-01-14
Section
Articles